Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Marak Alih Fungsi Lahan, Penanganan Banjir di Cimahi Mesti Terintegrasi

loading...
Marak Alih Fungsi Lahan, Penanganan Banjir di Cimahi Mesti Terintegrasi
Banjir yang sempat menggenang jalan di Kelurahan Utama, Cimahi Selatan, beberapa waktu lalu. Maraknya alih fungsi lahan membuat penanganan banjir di Kota Cimahi harus terintegrasi. Foto/Istimewa
CIMAHI - Kawasan Jalan Amir Mahmud di Cilember tepatnya di bawah Flyover Cimindi kerap dilanda banjir jika hujan turun dengan intensitas tinggi. Oleh sebab itu Pemkot Cimahi sedang mencari solusi atas permasalahan tersebut sebelum berimbas kepada hal yang jauh lebih besar.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, M Nur Kuswandana mengatakan, penanganan banjir di kawasan tersebut harus terintegrasi dengan penanganan di wilayah hilir. Sebab terdapat penyempitan gorong-gorong yang harus diperlebar terlebih dahulu.

"Daerah flyover Cimindi bagian dari aliran sungai Cilember, dimana di situ ada penyempitan gorong-gorong yang harus diperlebar dulu," ucapnya, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Mesin Pemanas Uap di PT HJ Busana Meledak, 1 Tewas dan 2 Buruh Luka Berat



Dia menegaskan, pelebaran sungai itu mesti dimulai dari hilir, sebab kalau dimulai dari hulu maka akan berdampak lebih parah ke hilirnya jika belum dibenahi. Yakni mencakup dari wilayah Kabupaten Bandung, Melong, Cigugur Tengah, baru kemudian ke Cilember.

Tidak hanya itu, lanjut dia, banjir juga kerap melanda kawasan Cihanjuang jika hujan lebat. Untuk penanganan banjir di kawasan tersebut harus dilakukan dengan memperbesar drainase karena terlalu sempit. Pasalnya di sana awalnya banyak kebun dan sebagainya telah berubah jadi perumahan.

"Jadi run off airnya tinggi, yang asalnya run off-nya hanya 30% aja mengalir dipermukaan, sekarang mungkin sudah 70% karena sudah jadi perumahan," ujarnya.

Menurutnya, pada saat kawasan tersebut masih berupa sawah atau kebun, manakala hujan maka air masih bisa terserap. Tapi ketika berubah menjadi kawasan hunian maka area tangkapan air berkurang, sehingga penanganannya drainase harus diperbesar.

Pihaknya secara rutin selalu melakukan pemeliharaan di seluruh sungai yang ada di Kota Cimahi, untuk penanganan banjir secara keseluruhan. Di sejumlah titik juga dilakukan perbaikan kirmir, dan peninggian tanggul sungai seperti di Melong.

"Kalau hujan kecil masih bisa ditahan oleh tanggul, tapi ketika hujan besar masih tetap bisa menyebabkan banjir. Jadi tinggi atau rendahnya debit air sangat berpengaruh," pungkasnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top