Jadi Korban Salah Sasaran, Pria Asal Maros Dianiaya dan Ditebas Parang 14 Kali

Jum'at, 30 Juli 2021 - 11:32 WIB
loading...
Jadi Korban Salah Sasaran,...
Seorang pria, LS (28), dianiaya secara sadis di rumah kosnya di Dusun Lataggiling, Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu pada Kamis (29/7/2021). Foto: Chaeruddin
A A A
BELOPA - Seorang pria, LS (28), dianiaya secara sadis di rumah kosnya di Dusun Lataggiling, Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu pada Kamis (29/7/2021).

Korban yang merupakan karyawan di gudang salah satu gerai swalayan di Luwu itu adalah warga Dusun Mangai, Desa Mangeloreng, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros .

Korban mengalami luka serius usai ditebas parang sebanyak 14 kali. Luka terbuka akibat tebasan parang pada bagian lengan, pinggang, rusuk, dada serta bagian belakang, hingga korban dilarikan ke Puskesmas Bua lalu dirujuk ke rumah sakit di Kota Palopo.

Kasat Reskrim Polres Luwu , AKP Jon Paerunan membeberkan, ada sembilan pelaku dalam kejadian nahas itu. Tujuh orang diantaranya telah diamankan Polsek Bua melalui bantuan personel Polres Luwu. Sementara 2 pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Baca Juga: Juru Parkir Tewas Dikeroyok Ternyata Korban Salah Sasaran

"Hari Kamis 29 Juli tepatnya sekitar pukul 14.50 telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama. Pelaku sebanyak 9 orang, melakukan aksi pematangan terhadap korban inisial LS, karyawan salah satu gudang atau pabrik di Kecamatan Bua," ujarnya, kepada SINDOnews, Jumat (30/7/2021).

Jon Paerunan menyebutkan, LS merupakan korban salah sasaran. Dimana para pelaku menganggap korban adalah pacar salah seorang adik pelaku sehingga mereka melakukan penganiayaan hingga melakukan menebas korban dengan parang sebanyak 14 kali.

Informasi yang dihimpun SINDOnews, pada tanggal 28 Juli 2021 sekitar Pukul 14.50 WITA, saat itu korban sedang beristirahat di rumah kos miliknya.

Tiba-tiba datang para pelaku yang berjumlah sembilan orang, yakni Muh Rafli, Fikram, Dicky Ramadhan, Sardi, Muh Gilang, Ikram, Amran, Ikra dan Ary. Fikram dan Dicky masing-masing membawa sebilah parang dan langsung menebas korban pada bagian lengan, pinggang, rusuk, dada serta bagian belakang korban.

Sementara Rafli, Ikra dan Arif melakukan penganiayaan dengan cara memukul bagian wajah dan kepala korban secara berulang kali dengan menggunakan kepalan tangan kosong.

Baca Juga: 29 Tersangka Narkoba Diringkus saat Operasi Antik Lipu Polres Pelabuhan

Sedangkan pelaku lainnya yakni Sardi, Ikram, Gilang, Amran, menjaga di pintu rumah kos milik korban sampai para pelaku selesai melakukan penganiayaan terhadap korban. Setelah itu, para pelaku kemudian meninggalkan TKP dengan menggunakan sepeda motor.

"Atas kejadian ini korban mengalami luka terbuka akibat tebasan parang sebanyak 14 luka pada bagian tubuh korban. Para pelaku diamankan dari dua lokasi berbeda yakni di Dusin Labokke, Desa Puty dan Dusun Kombong, Desa Tiromanda, Kecamatan Bua," tambah Kapolsek Bua, Iptu Hasdin.

Tim berhasil mengamankan 7 orang pelaku dan barang bukti 1 bilah parang, sementara 2 orang pelaku lainnya yakni Ikra dan Ary tidak berada di tempat.

"Hasil interogasi menyebutkan, Rafli mengajak rekannya untuk melakukan penganiayaan terhadap korban. Rafli mengira korban yang menjalin hubungan asmara dengan adik pelaku (rafli.red), namun ternyata para pelaku tersebut salah sasaran dimana lelaki yang menjalin hubungan dengan adiknya bukan korban melainkan orang lain," kuncinya.

Baca Juga: Polres Wajo Tangkap Komplotan Pencuri Hewan Ternak
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Open Tournament Domino...
Open Tournament Domino Menpora Cup 2025 Diikuti Ribuan Peserta dari 12 Provinsi
Kisah Sawerigading,...
Kisah Sawerigading, Putra Raja Luwu yang Jatuh Hati dan Ingin Nikahi Adik Kembarnya
Bank Tanah dan MDA Kolaborasi...
Bank Tanah dan MDA Kolaborasi Berikan Kepastian Hukum Atas Tanah di Latimojong
Soal Polemik Lahan Dataran...
Soal Polemik Lahan Dataran Tinggi Latimojong, Begini Penjelasan MDA
Kurangi Dampak Lingkungan,...
Kurangi Dampak Lingkungan, MDA Gandeng Pertamina Patra Niaga Wujudkan Green Mining
4 Kecamatan dan 21 Desa...
4 Kecamatan dan 21 Desa di Kabupaten Luwu Dukung Operasional MDA
Didukung Perindo, Arham...
Didukung Perindo, Arham Basmin Akan Gratiskan BPJS Bila Menang Pilkada Kabupaten Luwu
Kunjungi Luwu, Mensos...
Kunjungi Luwu, Mensos Beri Santunan Korban Terdampak Banjir Bandang dan Longsor
Terjebak Tanah Longsor,...
Terjebak Tanah Longsor, Warga Dievakuasi Helikopter TNI/Polri di Luwu
Rekomendasi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved