alexametrics

BNI Syariah Yakin Pembiayaan dan DPK Masih Sokong Pendapatan Perbankan

loading...
BNI Syariah Yakin Pembiayaan dan DPK Masih Sokong Pendapatan Perbankan
BNI Syariah optimistis pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) masih menyokong pendapatan perbankan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - BNI Syariah optimistis pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) masih menyokong pendapatan perbankan, kendati ekonomi Indonesia diterpa pandemi COVID-19. Beberapa sektor dinilai masih memberi oportunity seiring mulai berlakunya kondisi new normal.

Kepala Cabang BNI Syariah Bandung, Zen Assegaf mengatakan, kendati biaya jasa dari transaksi digital saat ini trennya terus meningkat, namun pembiayaan dan DPK dipastikan masih menjadi coor bisnis utama perbankan mendapatkan pendapatan. (Baca juga; BNI Syariah Bagikan Ratusan Paket Sembako di Bandung Raya)

"Funding dan pembiayaan diperkirakan masih memberi profit siginifikan terjadap perusahaan, walaupun mungkin tidak bisa seperti saat kondisi normal. Apalagi banyak nasabah yang melakukan restrukturasi pembiayaan, otomatis ini juga berdampak terhadap kami," katanya, Kamis (28/5/2020).



Dia mengakui, pandemi COVID 19 berdampak pada banyak sektor, seperti jasa transprotasi, travel, wisata, perdagangan, dan lainnya. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang awalnya diatas 5%, juga diperkirakan terkoreksi menjadi sekitar 2%. Kondisi ini menyebabkan pembiayaan perbankan turut terdampak.

Namun, kata Zen, ada beberapa sektor yang tidak terlalu terdampak akibat pandemi ini. Misalnya sektor kesehatan, pangan dan budidaya, industri digital dan data center, logistik supoort dan e commerce. Termasuk perusahaan yang bergerak pada projek financing pasca pandemi.

"Sektor sektor ini memberi harapan kepada kami. Kami juga masih optimistis dengan kondisi ekonomi Bandung raya. Sektor bisnis di Bandung diprediksi masih memberikan oportunity buat kami. Karena kalau kita lihat, banyak ekonomi yang akan tetap berjalan pada kondisi new normal," jelasnya.

Transaksi digital, kata dia, juga akan berkontribusi terhadap pedapatan dari sisi fee base income. BNI Syariah mencatat, terjadpeningkatan penggunaan mobile banking. Pada triwulan 1 transaksi mobile banking 4,7 juta dan naik menjadi 9,8 juta transaksi pada triwulan 2.

"Artinya, ada kenaikan sekitar 100%. Padahal baru beberapa bulan. Begitupun dengan virtual account, dari 595.000 transkasi, sekarang menjadi 665.000, naik 30% dibanding triwulan 1," bebernya. (Baca juga; MUI Jabar Dukung Tempat Ibadah Buka saat Tatanan Normal Baru)

Merespon hal ini, kata dia, BNI Syariah telah menyiapkan beberapa produk dan aplikasi untuk memudahkan nasabah melakukan transaksi digital. Misalnya Khasanah Online, untuk pembukaan rekening secara online.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak