BNI Syariah Yakin Pembiayaan dan DPK Masih Sokong Pendapatan Perbankan
Kamis, 28 Mei 2020 - 15:01 WIB
loading...
BNI Syariah optimistis pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) masih menyokong pendapatan perbankan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - BNI Syariah optimistis pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) masih menyokong pendapatan perbankan, kendati ekonomi Indonesia diterpa pandemi COVID-19. Beberapa sektor dinilai masih memberi oportunity seiring mulai berlakunya kondisi new normal.
Kepala Cabang BNI Syariah Bandung, Zen Assegaf mengatakan, kendati biaya jasa dari transaksi digital saat ini trennya terus meningkat, namun pembiayaan dan DPK dipastikan masih menjadi coor bisnis utama perbankan mendapatkan pendapatan. (Baca juga; BNI Syariah Bagikan Ratusan Paket Sembako di Bandung Raya )
"Funding dan pembiayaan diperkirakan masih memberi profit siginifikan terjadap perusahaan, walaupun mungkin tidak bisa seperti saat kondisi normal. Apalagi banyak nasabah yang melakukan restrukturasi pembiayaan, otomatis ini juga berdampak terhadap kami," katanya, Kamis (28/5/2020).
Dia mengakui, pandemi COVID 19 berdampak pada banyak sektor, seperti jasa transprotasi, travel, wisata, perdagangan, dan lainnya. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang awalnya diatas 5%, juga diperkirakan terkoreksi menjadi sekitar 2%. Kondisi ini menyebabkan pembiayaan perbankan turut terdampak.
Namun, kata Zen, ada beberapa sektor yang tidak terlalu terdampak akibat pandemi ini. Misalnya sektor kesehatan, pangan dan budidaya, industri digital dan data center, logistik supoort dan e commerce. Termasuk perusahaan yang bergerak pada projek financing pasca pandemi.
Kepala Cabang BNI Syariah Bandung, Zen Assegaf mengatakan, kendati biaya jasa dari transaksi digital saat ini trennya terus meningkat, namun pembiayaan dan DPK dipastikan masih menjadi coor bisnis utama perbankan mendapatkan pendapatan. (Baca juga; BNI Syariah Bagikan Ratusan Paket Sembako di Bandung Raya )
"Funding dan pembiayaan diperkirakan masih memberi profit siginifikan terjadap perusahaan, walaupun mungkin tidak bisa seperti saat kondisi normal. Apalagi banyak nasabah yang melakukan restrukturasi pembiayaan, otomatis ini juga berdampak terhadap kami," katanya, Kamis (28/5/2020).
Dia mengakui, pandemi COVID 19 berdampak pada banyak sektor, seperti jasa transprotasi, travel, wisata, perdagangan, dan lainnya. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang awalnya diatas 5%, juga diperkirakan terkoreksi menjadi sekitar 2%. Kondisi ini menyebabkan pembiayaan perbankan turut terdampak.
Namun, kata Zen, ada beberapa sektor yang tidak terlalu terdampak akibat pandemi ini. Misalnya sektor kesehatan, pangan dan budidaya, industri digital dan data center, logistik supoort dan e commerce. Termasuk perusahaan yang bergerak pada projek financing pasca pandemi.
Lihat Juga :