BNN Kota Palopo Gelar Bimtek P4GN di Lingkungan Pendidikan
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:14 WIB
loading...
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) Pencegahan dan Pemberantasan dan Penyalagunaan Peredaran Gelap anarkotika ( P4GN) di lingkungan pendidikan. Foto: Chaeruddin/Sindonews
A
A
A
PALOPO - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) Pencegahan dan Pemberantasan dan Penyalagunaan Peredaran Gelap Anarkotika ( P4GN) di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini dilaksanakan Wae Kan'Bass Kota Palopo, Rabu, (28/7/2021) dengan mengangkat tema "Bersama kita wujudkan Kota Palopo tanggap ancaman narkoba menuju Indonesia bersinar".
Baca Juga: Palopo Gempar, Truk Kontainer 38 Ton Terguling di Jalan Pusat Kota
Kepala BNN Kota Palopo, AKBP Ustim Pangarian, menyampaikan tema kegiatan bisa dimaknai bahwa bagaimana peran serta seluruh pihak agar Kota Palopo bersih dari penyalahgunaan narkoba.
"Permasalahan penyalahgunaan dan pengedaran narkoba adalah salah satu permasalahan multimensi yang dihadapi bangsa kita saat ini," katanya.
Ustim mengungkapkan, berdasarkan hasil survei prevelensi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan BNN dan pusat penelitian masyarakat budaya lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang survei nasional penyalagunaan narkoba di 34 provinsi tahun 2019, diketahui bahwa angka prevelensi penyalagunaan narkoba di Indonesia sebesar 1,8% atau sekitar 3,4% juta orang penduduk Indonesia dengan rentan usia 15- 64 tahun .
"Dari hasil penelitian tersebut kontribusi penyalagunaan dari kelompok pelajar sebesar 3,2.1% atau setara dengan 2,297.497 orang hal tersebut terjadi karena mereka tidak punya kemampuan menolak ajakan untuk tidak memakai narkoba," ungkapnya.
Kegiatan ini dilaksanakan Wae Kan'Bass Kota Palopo, Rabu, (28/7/2021) dengan mengangkat tema "Bersama kita wujudkan Kota Palopo tanggap ancaman narkoba menuju Indonesia bersinar".
Baca Juga: Palopo Gempar, Truk Kontainer 38 Ton Terguling di Jalan Pusat Kota
Kepala BNN Kota Palopo, AKBP Ustim Pangarian, menyampaikan tema kegiatan bisa dimaknai bahwa bagaimana peran serta seluruh pihak agar Kota Palopo bersih dari penyalahgunaan narkoba.
"Permasalahan penyalahgunaan dan pengedaran narkoba adalah salah satu permasalahan multimensi yang dihadapi bangsa kita saat ini," katanya.
Ustim mengungkapkan, berdasarkan hasil survei prevelensi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan BNN dan pusat penelitian masyarakat budaya lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang survei nasional penyalagunaan narkoba di 34 provinsi tahun 2019, diketahui bahwa angka prevelensi penyalagunaan narkoba di Indonesia sebesar 1,8% atau sekitar 3,4% juta orang penduduk Indonesia dengan rentan usia 15- 64 tahun .
"Dari hasil penelitian tersebut kontribusi penyalagunaan dari kelompok pelajar sebesar 3,2.1% atau setara dengan 2,297.497 orang hal tersebut terjadi karena mereka tidak punya kemampuan menolak ajakan untuk tidak memakai narkoba," ungkapnya.
Lihat Juga :