Bejat, Tukang Parkir di Mataram Sekap dan Perkosa Gadis Belia Berkali-kali
Jum'at, 23 Juli 2021 - 06:10 WIB
loading...
Tukang parkir bejat ini hanya bisa tertunduk saat diinterogasi petugas dalam konfrensi pers di Mapolda NTB, Kamis (22/7/2021). Foto: iNewsTV/Hari Kasidi
A
A
A
MATARAM - Seorang pria warga Ampenan, Kota Mataram, AS (22) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir , tega menyekap dan memperkosa anak di bawah umur berkali-kali hingga hamil. Bejatnya lagi, korbannya itu adalah seorang penyandang disabilitas.
“Pelaku dalam menjalankanaksi bejatnya menyekap korban di kamar kosnya, perbuatan tersebut rupanya telah dilakukan berkali-kali terhadap korban hingga membuat korban hamil dan melahirkan seorang anak,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombespol Artanto.
Baca juga: Lombok Barat Gempar, Pekerja Migran Cantik Disekap dan Diperkosa Oleh Penyalur PMI hingga Hamil
Kasus pemerkosaan tersebutterjadi pada bulan Juni 2020 dan baru terungkap, setelah korbannya melahirkan, pria bejat itu bahkan mengelak, namun dia akhirnya tidak berkutik setelah tes DNA anak dan pelaku identik.
Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda NTB membekuk terduga pelaku pemerkosaan anak dibawah umur hingga melahirkan. Pelaku sempat mengelak dan tidak mengakui perbautannya, namun setelah polisi menunjukkan hasil tes DNA dari laboratoriim Mabes Polri.
“Pelaku dalam menjalankanaksi bejatnya menyekap korban di kamar kosnya, perbuatan tersebut rupanya telah dilakukan berkali-kali terhadap korban hingga membuat korban hamil dan melahirkan seorang anak,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombespol Artanto.
Baca juga: Lombok Barat Gempar, Pekerja Migran Cantik Disekap dan Diperkosa Oleh Penyalur PMI hingga Hamil
Kasus pemerkosaan tersebutterjadi pada bulan Juni 2020 dan baru terungkap, setelah korbannya melahirkan, pria bejat itu bahkan mengelak, namun dia akhirnya tidak berkutik setelah tes DNA anak dan pelaku identik.
Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda NTB membekuk terduga pelaku pemerkosaan anak dibawah umur hingga melahirkan. Pelaku sempat mengelak dan tidak mengakui perbautannya, namun setelah polisi menunjukkan hasil tes DNA dari laboratoriim Mabes Polri.
Lihat Juga :