Lombok Barat Gempar, Pekerja Migran Cantik Disekap dan Diperkosa Oleh Penyalur PMI hingga Hamil

Jum'at, 23 Juli 2021 - 00:11 WIB
loading...
Lombok Barat Gempar, Pekerja Migran Cantik Disekap dan Diperkosa Oleh Penyalur PMI hingga Hamil
Sekap dan perkosa calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berhasil diringkus polisi. Foto/iNews TV/Hari Kasidi
A A A
LOMBOK BARAT - Sungguh bejat kelakuan pria berinisial LS. Dengan teganya, LS menyekap dan memperkosa hingga hamil gadis cantik yang usianya masih anak-anak. Akibatnya, LS harus berurusan dengan polisi.

Baca juga: Gadis 15 Tahun Diperkosa di Laut, di Depan Ratusan Pengunjung Pantai yang Tak Sadar

Korban merupakan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang rencananya diberangkatkan ke Timur Tengah. Namun, hingga kondisinya hamil , korban tidak pernah diberangkatkan ke negara tujuan.



LS yang merupakan warga Kabupaten Lombok Barat, NTB, ditangkap polisi disebuah rumah yang juga dijadikan kantor penyalur PMI ke luar negeri. Kantor tersebut berada di Dusun Ombe, Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Baca juga: Gereja Pentakosta Dilempar Bom Molotov Saat Banyak Warga Mengungsi di Dalamnya

Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB, melakukan penangkapan terhadap LS, setelah menerima laporan dari korban. Dalam laporannya, korban mengaku disekap dan diperkosa oleh pelaku hingga hamil.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol. Hari Brata mengatakan, pelaku merupakan agen penyalur PMI ke luar negeri, dengan menjanjikan akan mendapatkan gaji belasan juta rupiah/bulan.

Baca juga: Surabaya Gempar, Pemilik Toko di Pasar Kapasan Tewas Bersimbah Darah

"Pelaku memberangkatkan calon PMI yang masih anak-anak ke Timur Tengah, dengan memalsukan dokumen kependudukan korban. Yaitu menambah usia korban yang kelahiran tahun 2004, menjadi kelahiran tahun 1998," terangnya.

Dari hasil pengembangan penyidikan, Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB, pelaku telah berhasil memberangkatkan sebanyak 70 PMI ilegal, dan yang masih menunggu proses pembuatan paspor ada sebanyak 50 orang.

Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, COVID-19 Terus Menggila Seluruh Jabar Terapkan PPKM Level 4

Keberhasilan Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB, dalam mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan pemerkosaan ini pun diapreseasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB. "Ini menjadi kado peringatan Hari Anak Nasional," tegas Ketua LPA NTB, Joko Jumadi.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1945 seconds (11.252#12.26)