Tanah Amblas di Luwu Nyaris Putus Jalan Trans Sulawesi

Selasa, 13 Juli 2021 - 21:41 WIB
loading...
Tanah Amblas di Luwu...
Tanah amblas yang terjadi di Desa Salu Paremang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Selasa (13/7) siang. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A A A
LUWU - Fenomena tanah amblas atau tanah bergerak terjadi di Desa Salu Paremang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Selasa, (13/7) pagi.

Fenomena alam ini menyebabkan terbelahnya tanah yang diperkirakan mencapai panjang 50 meter. Titik kejadian tepat di jalan poros trans Sulawesi, sehingga membelah bahu jalan dan menyebabkan aspal retak.

Baca juga:Jalan Penghubung Simalungun-Tanah Karo Amblas, Kendaraan Terpaksa Antri Melintas

Beruntung kejadian ini tidak menyebabkan korban jiwa. Pascakejadian, Satlantas Polres Luwu langsung melakukan pengaturan lalu lintas satu jalur guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Informasi yang dihimpun SINDOnews, tanah amblas dan terbelah ini terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Kepala Desa Salu Paremang, Sarmang, kepada sejumlah wartawan menyebutkan lebar tanah yang terbelah hampir 1 meter.
Tanah Amblas di Luwu Nyaris Putus Jalan Trans Sulawesi

"Kejadiannya sekitar pukul 07.00 Wita, tidak ada tanda tanda banjir besar, hujan memang tapi hanya gerimis, tidak deras. Warga saya heboh, ternyata ada kejadian tanah amblas dan terbelah," ujarnya.

"Seperti yang kita lihat lokasinya hanya beberapa meter dari sungai besar di Kamanre atau Sungai Paremang. Dan ini membelah bahu jalan, bahkan kondisinya ada aspal yang retak. Lebar tanah yang retak ada sekitar 70 sentimeter," lanjut Sarmang.

Data yang dihimpun SINDOnews menyebutkan, area yang mengalami fenomena tanah amblas ini hanya sekitar 7 sampai 10 meter dari sungai besar di Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu.

Baca juga:95 Rumah Rusak, Sebagian Miring Akibat Tanah Gerak dan Longsor di Pekalongan

Sebelumnya, tanah di sekitar ini juga pernah amblas dan tergerus akibat luapan air banjir . Sehingga pemerintah melakukan penguatan tebing di area ini.

Namun tidak sampai 5 tahun setelah pengerjaan, terjadi bencana tanah amblas dan menyebabkan keretakan tanah dan aspal di poros trans Sulawesi.

Data lapangan juga menunjukan tanah atau lokasi antara sungai dan jalan poros digunakan warga membangunrumah dan juga kios jualan makanan.

Kejadian ini langsung mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Luwu . Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu, Sulaiman menyampaikan, informasi ini langsung direspons cepat oleh Bupati Luwu, Basmin Mattayang .

Baca juga:Fenomena Tanah Bergerak, Jalan Antar Kabupaten Amblas Sedalam 5 Meter

" Pak Bupati langsung menelepon Dinas PU, saya juga sudah telepon Kadis PUPR Luwu. Dan menurut Kabid Jalan dan Jembatan, Husdin, dirinya kebetulan lagi dinas luar di Makassar, sehingga kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional," ujar Sulaiman.

"Kami akan rapatkan secepatnya terkait kondisi di sana," lanjutnya.

Melalui telepon, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Luwu, Husdin Iskandar membenarkan pertemuannya dengan pihak balai siang tadi.

"Saya sudah dapat perintah langsung dari Pak Bupati melalui Pak Kadis dan Pak Sekda juga sudah telepon. Saya sudah sampaikan ke pihak balai sekaitan kejadian di Luwu, pihak balai saat itu juga langsung merespons," katanya.

Baca juga:ASN di Luwu Diminta Jadi Contoh untuk Penerapan Protokol Kesehatan

Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan cepat. Sekitar pukul 15.00 Wita, alat berat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, yang memang standby di Luwu Raya, sudah ada di lokasi melakukan upaya tanggap darurat dengan menutup tanah atau aspal yang retak.

Menurut Husdin, area ini memang rawan terjadi longsor atau tanah amblas. Apalagi jika hujan deras dan banjir , karena tanah di area ini memang labil.
Tanah Amblas di Luwu Nyaris Putus Jalan Trans Sulawesi

"Kondisi tanah di sana memang sangat labil, tanah di bawah memang basah terus sehingga rawan amblas. Di bawahnya banyak pasir, makanya setiap banjir pasti ada tanah atau tebing sungai yang longsor atau amblas," jelasnya.

Lebih jauh disampaikan Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Luwu, untuk penanganan secara maksimal, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional perlu melakukan penelitian tanah secara detail.

"Kami perhatikan yang harus ditangani ada sekitar 1 kilometer, dari perbatasan Kamanre dan Tarramatekkeng hingga jembatan Kamanre. Dan penanganan serius dalam waktu dekat itu ada sekitar 100 meter," katanya.

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Palopo Diduga Curi Listrik PLN

Husdin mengusulkan agar penanganan area ini dilakukan turap atau membuat tebing beton di sepanjang bibir sungai. "Namun harus diawali dengan penelitian tanah secara detail, sepanjang 1 kilometer itu harus ditutup, semacam dinding beton," katanya.

Pascakejadian, Kasat Lantas Polres Luwu , AKP Muh Ali, mengimbau seluruh pengemudi agar berhati-hati ketika melintas di sepanjang jalan ini. Selain itu, pihaknya juga telah memasang rambu lalu lintas tanda bahaya agar pengendara lebih berhati-hati.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Kereta Ciamis-Manonjaya...
Jalur Kereta Ciamis-Manonjaya Ambles, Ribuan Penumpang Dialihkan ke Jalur Utara
Tragis! Toko Kelontong...
Tragis! Toko Kelontong di Malang Ambles ke Saluran Air, Penjaga Hanyut dan Tewas
Jalan Raya Rangkasbitung...
Jalan Raya Rangkasbitung - Bogor Ambles 8 Meter, Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
Jalan Malingping-Gunungkencana...
Jalan Malingping-Gunungkencana Banten Ambles, Ini Penampakannya
Ngeri! Muncul Lubang...
Ngeri! Muncul Lubang Besar di Kulonprogo, Warga Cemas dan Terpaksa Mengungsi
Diawali Gemuruh dan...
Diawali Gemuruh dan Bergetar, Tanah di Sampang Madura Ambles Puluhan Meter
Fenomena Alam Ini yang...
Fenomena Alam Ini yang Bikin Tanah Bergerak dan Lubang Raksasa Bermuncuan
Tanah Ambles di Bogor,...
Tanah Ambles di Bogor, Belasan Warga Ciseeng Mengungsi
Jembatan Cikereteg Bogor...
Jembatan Cikereteg Bogor Ambles: Cuma Satu Jalur, Kendaraan Gantian Jalan
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Berita Terkini
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved