Budidaya Jamur Tiram ala Napi, Sulap Sel Angker Lapas Sukamiskin Jadi Produktif

Sabtu, 10 Juli 2021 - 07:57 WIB
loading...
Budidaya Jamur Tiram...
Lapas Kelas 1 Sukamiskin berjualan membudidayakan jamur tiram di salah satu basement yang sebelumnya jarang disentuh dan angker. Foto istimewa
A A A
BANDUNG - Namanya sudah sangat dikenal, karena penjara ini dipakai sebagai lembaga pemasyarakatan (Lapas) bagi warga binaan yang terkait kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) di Indonesia, yaitu Lapas Kelas I Sukamiskin.

Terletak di Jalan AH Nasution, Arcamanik, Kota Bandung, lapas ini dibangun pada zaman kolonial Belanda pada tahun 1918. Lapas yang dibuat bergaya eropa ini dirancang oleh arsitek ternama Prof. CP Wolff Schoemaker. Bergaya unik dengan bangsal bangunan memanjang bersilang searah empat penjuru mata angin.

Dulu, Lapas ini menjadi tempat bagi tahanan politik nasional yang melawan penjajah Belanda. Presiden Pertama RI Soekarno juga pernah dipenjara di Lapas ini pada masa itu. Saat itu, Soekarno ditempatkan di sel Kamar No. 1 di Blok Timur atas.

Baca juga: Penjual dan Pemakai Tembakau Gorila Diciuk Tim Maung Galunggung Saat Asyik Pesta

Tak heran, penjara yang sudah berusia cukup tua dan menjadi bangunan cagar budaya ini, memiliki banyak tempat yang terbilang jarang disentuh. Bahkan, para sipir dan warga binaan Lapas Sukamiskin pun menyebut ada tempat yang cukup angker. Tempat itu jarang dipakai warga binaan atau petugas lapas.

Salah satunya adalah basement di salah satu sudut Lapas yang sudah bertahun tahun tidak terpakai dan tidak tersentuh. Bahkan oleh petugas dan warga binaan dianggap angker serta menakutkan.

Tapi yang menarik, untuk mengubah kesan angker itu, pengelola Lapas Sukamiskin menyulap tempat itu menjadi area urban farming untuk budidaya jamur tiram. Uniknya ketika pertama kali akan digunakan, sebelum pintu dibuka, beberapa petugas dan warga binaan lebih dulu mengadakan ritual khusus.

Menurut Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Ratri Handoyo Eko Saputro, budidaya jamur tiram dipilih sebagai salah satu peluang agribisnis atau bisnis di bidang pertanian yang menguntungkan. Jamur tiram memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Jamur bisa diolah menjadi berbagai produk kuliner yang lezat.

Baca juga: Home Industri Obat Ilegal di Lembang dan Tasik Diotaki Pasutri

Hal inilah yang menjadi dasar Lapas Kelas 1 Sukamiskin melalui Bidang Kegiatan Kerja dengan dukungan kasi-kasi di bawahnya berinisiatif mengaktifkan Kembali pos kerja produksi jamur tiram. Tujuannya menumbuhkembangkan jiwa entrepreneur dikalangan para Warga Binaan.

Program ini pun mendapat respons positif dari warga binaan Lapas Sukamiskin. Buktinya, untuk pertama kalinya, mereka telah berhasil memanen jamur tiram yang beberapa bulan lamanya telah dirawat dan dipelihara. Panen perdana dilakukan langsung oleh Kalapas Sukamiskin Elly Yuzar pada Rabu (7/7/2021).

“Panen raya jamur tiram ini diharapkan bisa menjadi awal kebangkitan bidang kegiatan kerja untuk maju dan produktif," jelas Ratri.

Menurut dia, stigma Lapas Kelas 1 Sukamiskin yang awalnya selalu negatif karena identik lapas bagi para Warga Binaan kasus tipikor bisa sedikit berkurang. Mereka ternyata mampu menjadi lapas industri dengan wujud nyata menggeliatnya pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Menurut Kepala Lapas Kelas 1 Sukamiskin Elly Yuzar, pihaknya saat ini sedang berupaya mengembangkan berbagai potensi pembinaan untuk para warga binaan. Dengan beragamnya pembinaan yang dilakukan diharapkan akan cepat memperoleh progress dan hasil yang baik.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Napi Korupsi Melipir...
Napi Korupsi Melipir ke Coffee Shop, Ditjenpas Buka Suara
Kronologi Penganiayaan...
Kronologi Penganiayaan Napi Lapas Blitar hingga Koma 3 Hari dan Berujung Kematian
Gempar! Napi di Lapas...
Gempar! Napi di Lapas Blitar Diduga Dianiaya hingga Koma 3 Hari
Kalapas Enemawira Diduga...
Kalapas Enemawira Diduga Paksa Napi Makan Daging Anjing, Endingnya Dinonaktifkan
41 Narapidana Berisiko...
41 Narapidana Berisiko Tinggi Dikirim ke Lapas Nusakambangan
Ini Penjelasan Kakanwil...
Ini Penjelasan Kakanwil Ditjenpas Jabar terkait Pembebasan Bersyarat Setya Novanto
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, Syngenta Bekali Petani Hortikultura dengan Buku Pintar
Kolaborasi Tanpa Batas:...
Kolaborasi Tanpa Batas: Menghubungkan Vendor Papan Atas dengan Pengambil Keputusan di IOITE
Rekomendasi
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved