Benarkah Alasan Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan karena Tambang?
Jum'at, 22 November 2024 - 17:17 WIB
loading...
Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshari tewas ditembak oleh Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Insiden polisi tembak polisi kembali terjadi. Korban dalam insiden ini adalah Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshari. Sementara itu, terduga pelaku penembakan adalah Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar (57), saat ini masih dalam pengejaran pihak berwenang.
Insiden ini terjadi di Markas Polres Solok Selatan, tepatnya di Jorong Bukit Malintang Barat, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Peristiwa yang melibatkan dua anggota kepolisian ini berlangsung pada Jumat (22/11/2024) sekitar pukul 00.43 WIB.
Baca juga: Profil AKP Ryanto Ulil yang Tewas Ditembak Kabag Ops, Pernah Jabat Kasubden Wan Teror hingga Kanit Jibom Brimob
Pada hari kejadian, AKP Ulil Ryanto Anshar bersama timnya berhasil menangkap seorang terduga pelaku tambang ilegal. Dalam perjalanan menuju markas Polres, Ulil menerima telepon dari Dadang yang mempertanyakan tindakan penangkapan tersebut. Ketegangan antara kedua pihak pun meningkat setelah Ulil tiba di Mapolres Solok Selatan.
Sesampainya di Polres, terduga pelaku tambang ilegal langsung diperiksa oleh penyidik di Ruang Reskrim. Sementara itu, Dadang mendatangi Ulil di area parkir markas. Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api.
Baca juga: Kronologi AKP Ulil Ryanto Anshari Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Tewas Ditembak Kabag Ops AKP Dadang Iskandar
Suara tembakan dari pistol yang digunakan Dadang mengejutkan para personel di dalam markas. Mereka segera berhamburan keluar menuju area parkir untuk memeriksa apa yang terjadi. Di sana, mereka menemukan Ulil tergeletak dengan luka tembak serius di bagian kepala. Ulil mengalami luka tembak serius di pelipis kanan dan pipi kanan.
Insiden ini terjadi di Markas Polres Solok Selatan, tepatnya di Jorong Bukit Malintang Barat, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Peristiwa yang melibatkan dua anggota kepolisian ini berlangsung pada Jumat (22/11/2024) sekitar pukul 00.43 WIB.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini diduga bermula dari ketidaksenangan AKP Dadang Iskandar terhadap penangkapan pelaku tambang galian C ilegal oleh Sat Reskrim Polres Solok Selatan. Penyelidikan terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut telah dilakukan oleh Satuan Reskrim sebagai bagian dari upaya penegakan hukum di wilayah tersebut.Baca juga: Profil AKP Ryanto Ulil yang Tewas Ditembak Kabag Ops, Pernah Jabat Kasubden Wan Teror hingga Kanit Jibom Brimob
Pada hari kejadian, AKP Ulil Ryanto Anshar bersama timnya berhasil menangkap seorang terduga pelaku tambang ilegal. Dalam perjalanan menuju markas Polres, Ulil menerima telepon dari Dadang yang mempertanyakan tindakan penangkapan tersebut. Ketegangan antara kedua pihak pun meningkat setelah Ulil tiba di Mapolres Solok Selatan.
Sesampainya di Polres, terduga pelaku tambang ilegal langsung diperiksa oleh penyidik di Ruang Reskrim. Sementara itu, Dadang mendatangi Ulil di area parkir markas. Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api.
Baca juga: Kronologi AKP Ulil Ryanto Anshari Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Tewas Ditembak Kabag Ops AKP Dadang Iskandar
Suara tembakan dari pistol yang digunakan Dadang mengejutkan para personel di dalam markas. Mereka segera berhamburan keluar menuju area parkir untuk memeriksa apa yang terjadi. Di sana, mereka menemukan Ulil tergeletak dengan luka tembak serius di bagian kepala. Ulil mengalami luka tembak serius di pelipis kanan dan pipi kanan.
Lihat Juga :