Rembang Gempar, COVID-19 Menggila Warga Ramai-ramai Antre Beli Obat
Senin, 05 Juli 2021 - 04:23 WIB
loading...
Suasana antrean calon pembeli di salah satu toko obat di Rembang, padahal toko belum buka. Foto/MPI/Musyafa Musa
A
A
A
REMBANG - Antrean luar biasa terjadi disebuah toko obat di Kabupaten Rembang, Jateng. Meski toko obat tersebut belum buka, namun antrean warga sudah mengular memadati jalan di depan toko obat.
Baca juga: Jual Obat Terlarang ke Remaja dan Pelajar, Pemuda Ini Ditangkap Polisi
Fenomena antrean panjang ini terjadi di depan Toko Obat Kuda yang ada di Jalan Dr. Wahidin. Panjangnya antrean, sampai membuat tukang parkir di kawasan tersebut kewalahan menata kendaraan bermotor.
Toko obat ini buka mulai menjelang pukul 18.00 WIB, dan hanya beroperasi sekitar dua jam saja, karena pada pukul 20.00 WIB Toko Obat Kuda sudah tutup. Sejak pukul 16.00 WIB, antrean sudah mulai padat, dan akan terus padat sampai toko buka.
Baca juga: Senang Bisa Pulang Kampung, Jenderal Polisi Bintang 2 Ini Langsung Nyatakan Perang Lawan Narkoba
Pemilik Toko Obat Kuda, Eko Purnomo mengatakan, tidak membuka toko pada pagi hingga sore hari, karena pada waktu tersebut masih melakukan proses meracik jamu yang terbuat dari bahan-bahan rempah alami. Setelah selesai meracik obat , baru bisa membuka toko. "Sekarang kita usahakan sebelum pukul 18.00 WIB sudah bisa buka, untuk memecah antrean pembeli," ujarnya.
Eko mengaku terkejut saat melihat banyaknya antrean pembeli . Pihaknya sudah memasang banner imbauan supaya mereka memakai masker dan saling menjaga jarak. "Tapi yang namanya orang banyak, kadang ya susah diatur seperti itu. Inginnya dilayani duluan, jadi ya harus sabar mengingatkan," imbuh Eko.
Baca juga: Gempar Muncul Klaster Pabrik Miras, 13 Warga Desa Pandanlandung Positif COVID-19
Sebenarnya apa yang paling sering dibeli masyarakat ke Toko Obat Kuda? Eko menegaskan tidak menyediakan obat khusus untuk COVID-19. Namun pembeli rata-rata mencari obat untuk meredakan panas, flu, batuk dan sakit tenggorokan.
Kemungkinan karena harganya relatif terjangkau dan berkhasiat , pembeli pun berdatangan dari berbagai daerah. "Ada juga yang dari luar Rembang. Saya berharap pandemi ini lekas berlalu, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal," terangnya.
Baca juga: Jual Obat Terlarang ke Remaja dan Pelajar, Pemuda Ini Ditangkap Polisi
Fenomena antrean panjang ini terjadi di depan Toko Obat Kuda yang ada di Jalan Dr. Wahidin. Panjangnya antrean, sampai membuat tukang parkir di kawasan tersebut kewalahan menata kendaraan bermotor.
Toko obat ini buka mulai menjelang pukul 18.00 WIB, dan hanya beroperasi sekitar dua jam saja, karena pada pukul 20.00 WIB Toko Obat Kuda sudah tutup. Sejak pukul 16.00 WIB, antrean sudah mulai padat, dan akan terus padat sampai toko buka.
Baca juga: Senang Bisa Pulang Kampung, Jenderal Polisi Bintang 2 Ini Langsung Nyatakan Perang Lawan Narkoba
Pemilik Toko Obat Kuda, Eko Purnomo mengatakan, tidak membuka toko pada pagi hingga sore hari, karena pada waktu tersebut masih melakukan proses meracik jamu yang terbuat dari bahan-bahan rempah alami. Setelah selesai meracik obat , baru bisa membuka toko. "Sekarang kita usahakan sebelum pukul 18.00 WIB sudah bisa buka, untuk memecah antrean pembeli," ujarnya.
Eko mengaku terkejut saat melihat banyaknya antrean pembeli . Pihaknya sudah memasang banner imbauan supaya mereka memakai masker dan saling menjaga jarak. "Tapi yang namanya orang banyak, kadang ya susah diatur seperti itu. Inginnya dilayani duluan, jadi ya harus sabar mengingatkan," imbuh Eko.
Baca juga: Gempar Muncul Klaster Pabrik Miras, 13 Warga Desa Pandanlandung Positif COVID-19
Sebenarnya apa yang paling sering dibeli masyarakat ke Toko Obat Kuda? Eko menegaskan tidak menyediakan obat khusus untuk COVID-19. Namun pembeli rata-rata mencari obat untuk meredakan panas, flu, batuk dan sakit tenggorokan.
Kemungkinan karena harganya relatif terjangkau dan berkhasiat , pembeli pun berdatangan dari berbagai daerah. "Ada juga yang dari luar Rembang. Saya berharap pandemi ini lekas berlalu, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal," terangnya.
(eyt)
Lihat Juga :