Kini Ikan Sapu-sapu Kini Bisa Diolah Menjadi Abon dan Bakso
Minggu, 04 Juli 2021 - 20:47 WIB
loading...
Kini Ikan Sapu-sapu di danau Tempe Wajo kini bisa diolah menjadi abon dan bakso. Foto: Istimewa
A
A
A
Ikan Sapu-sapu yang dianggap hama oleh nelayan di Danau Tempe, akan mulai dimanfaatkan. Dagingnya bisa diolah menjadi makanan , seperti abon dan bakso.
Anggota Komisi II DPRD Wajo, Herman Arif mengatakan, pemanfaatan ikan sapu-sapu tersebut sudah melalui kajian Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas). Ikan bercangkang itu terlebih dahulu direbus.
“Untuk dagingnya bisa diolah menjadi makan seperti abon dan bakso. Serta tulang atau cangkangnya memiliki ekstrak kolagen bisa dijadikan gelatin,” ujarnya, Minggu (4/7/2021).
Baca Juga: Gara-gara Ikan Sapu-sapu, Dewan Minta Nasfari Mundur sebagai Kadis Perikanan
Legislator dari Fraksi Gerindra menyebutkan, pemanfaatan ikan sapu-sapu dianggap perlu dilakukan dengan cepat. Sebab selama ini ikan sapu-sapu hanya dianggap hama bagi nelayan di danau tempe.
“Wajib dicarikan solusi agar persoalan ini menjadi peluang yang bermanfaat dan bernilai jual,” tuturnya.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan (Diskan) Wajo, Ambo Asse menjelaskan, ikan dengan nama latin glyptoperichthys gibbiceps, dianggap hama oleh nelayan. Ikan ini selalu tersangkut, bahkan merusak jaring nelayan.
Anggota Komisi II DPRD Wajo, Herman Arif mengatakan, pemanfaatan ikan sapu-sapu tersebut sudah melalui kajian Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas). Ikan bercangkang itu terlebih dahulu direbus.
“Untuk dagingnya bisa diolah menjadi makan seperti abon dan bakso. Serta tulang atau cangkangnya memiliki ekstrak kolagen bisa dijadikan gelatin,” ujarnya, Minggu (4/7/2021).
Baca Juga: Gara-gara Ikan Sapu-sapu, Dewan Minta Nasfari Mundur sebagai Kadis Perikanan
Legislator dari Fraksi Gerindra menyebutkan, pemanfaatan ikan sapu-sapu dianggap perlu dilakukan dengan cepat. Sebab selama ini ikan sapu-sapu hanya dianggap hama bagi nelayan di danau tempe.
“Wajib dicarikan solusi agar persoalan ini menjadi peluang yang bermanfaat dan bernilai jual,” tuturnya.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan (Diskan) Wajo, Ambo Asse menjelaskan, ikan dengan nama latin glyptoperichthys gibbiceps, dianggap hama oleh nelayan. Ikan ini selalu tersangkut, bahkan merusak jaring nelayan.
Lihat Juga :