5.000 Pasukan Kediri Tewas Akibat Serangan Mendadak Tartar Mongol dan Raden Wijaya
Kamis, 10 April 2025 - 07:39 WIB
loading...
Tentara Tartar Mongol dan Raja Majapahit Raden Wijaya bekerja sama menyerang Kerajaan Kediri di bawah komando Jayakatwang. Foto: Ist
A
A
A
TENTARATartar Mongol dan Raja Majapahit Raden Wijaya bekerja sama menyerang Kerajaan Kediri di bawah komando Jayakatwang. Serangan ini merupakan serangan balas dendam Raden Wijaya setelah Jayakatwang menyerang Singasari dan menewaskan dua mertuanya yang menjabat Raja Singasari terakhir.
Seusai penaklukkan Kerajaan Singasari di masa Kertanagara, Jayakatwang berhasil menguasai wilayah Singasari. Kemudian, Jayakatwang atas saran Arya Wiraraja memberikan pengampunan kepada Dyah Wijaya yang menyerahkan diri.
Baca juga: Siasat Raden Wijaya Pukul Mundur Pasukan Tartar Mongol yang Dikenal Tangguh
Oleh Jayakatwang, Dyah Wijaya kemudian diberi Hutan Tarik untuk dibuka menjadi kawasan wisata perburuan yang dikelola Raden Wijaya. Namun, lambat laun Arya Wiraraja berbalik melawan Jayakatwang.
Dikutip dari buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita", Arya Wiraraja bersekutu dengan Dyah Wijaya untuk merebut kembali takhta kekuasaan Singasari yang merupakan peninggalan Kertanagara mertuanya dari cengkeraman Jayakatwang.
Seusai penaklukkan Kerajaan Singasari di masa Kertanagara, Jayakatwang berhasil menguasai wilayah Singasari. Kemudian, Jayakatwang atas saran Arya Wiraraja memberikan pengampunan kepada Dyah Wijaya yang menyerahkan diri.
Baca juga: Siasat Raden Wijaya Pukul Mundur Pasukan Tartar Mongol yang Dikenal Tangguh
Oleh Jayakatwang, Dyah Wijaya kemudian diberi Hutan Tarik untuk dibuka menjadi kawasan wisata perburuan yang dikelola Raden Wijaya. Namun, lambat laun Arya Wiraraja berbalik melawan Jayakatwang.
Dikutip dari buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita", Arya Wiraraja bersekutu dengan Dyah Wijaya untuk merebut kembali takhta kekuasaan Singasari yang merupakan peninggalan Kertanagara mertuanya dari cengkeraman Jayakatwang.
Lihat Juga :