39 Kampung Tangguh di Madiun Siap Hijaukan Kembali Zona Merah
Rabu, 27 Mei 2020 - 06:41 WIB
loading...
39 Kampung Tangguh di Madiun Siap Hijaukan Kembali Zona Merah. Foto/iNewsTV/Arif Wahyu Efendi
A
A
A
MADIUN - Sebanyak 39 Kampung Tangguh di Kabupaten Madiun Jawa Timur siap menghijaukan kembali wilayah wilayah yang kini menjadi zona merah COVID-19.
Pernyataan tersebut disampaikan Pembina Kampung Tangguh Eddwi Kurniyanto saat meninjau Posko Kampung Tangguh Desa Jogodayuh, Kecamatan Geger, Selasa (26/05/2020) sore. (Baca juga: Risma Terapkan Kampung Tangguh, Kapolda Jatim Copot Kapolsek )
Menurut pria, yang juga menjabat Kapolres Madiun itu, Kampung tangguh merupakan salah satu ujung tombak dalam memutus rantai penyebaran COVID-19. Peran masyarakat menjadi modal utamanya. Dari warga, oleh warga dan untuk warga menjadi slogan utamanya.
"Jadi kampung tangguh desa Jogodayuh ini yang kedua saya tinjau. Sebelumnya di Desa Sidorejo Kebonsari. Di sana juga sudah siap. Totalnya nanti ada 39 kampung tangguh di Kabupaten Madiun. Masyarakat berperan utama dalam memutus rantai penyebaran COVID-19. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, ketersedian pangan, kesehatan, seleksi arus keluar masuk warga, semua dilakukan oleh warga, dari warga dan untuk warga," kata Eddwi.
Fakta di lapangan memang menunjukkan ketatnya penerapan kampung tangguh. Setiap warga yang keluar masuk desa di data dan mengisi buku tamun dan cuci tangan. Warga luar kota, apalagi dari zona merah parah dilarang masuk. Kendaraan bermotor yang di gunakan juga disemprot desinfektan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pembina Kampung Tangguh Eddwi Kurniyanto saat meninjau Posko Kampung Tangguh Desa Jogodayuh, Kecamatan Geger, Selasa (26/05/2020) sore. (Baca juga: Risma Terapkan Kampung Tangguh, Kapolda Jatim Copot Kapolsek )
Menurut pria, yang juga menjabat Kapolres Madiun itu, Kampung tangguh merupakan salah satu ujung tombak dalam memutus rantai penyebaran COVID-19. Peran masyarakat menjadi modal utamanya. Dari warga, oleh warga dan untuk warga menjadi slogan utamanya.
"Jadi kampung tangguh desa Jogodayuh ini yang kedua saya tinjau. Sebelumnya di Desa Sidorejo Kebonsari. Di sana juga sudah siap. Totalnya nanti ada 39 kampung tangguh di Kabupaten Madiun. Masyarakat berperan utama dalam memutus rantai penyebaran COVID-19. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, ketersedian pangan, kesehatan, seleksi arus keluar masuk warga, semua dilakukan oleh warga, dari warga dan untuk warga," kata Eddwi.
Fakta di lapangan memang menunjukkan ketatnya penerapan kampung tangguh. Setiap warga yang keluar masuk desa di data dan mengisi buku tamun dan cuci tangan. Warga luar kota, apalagi dari zona merah parah dilarang masuk. Kendaraan bermotor yang di gunakan juga disemprot desinfektan.
Lihat Juga :