Cegah Radikalisme, Pembangunan Kampung Tangguh Ideologi oleh Densus 88 Diapresiasi
Kamis, 20 Januari 2022 - 01:37 WIB
loading...
Upaya Densus 88 Antiteror Mabes Polri membangun Kampung Tangguh Ideologi untuk mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan terkecil seperti RT dan RW diapresiasi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Upaya Datasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Mabes Polri membangun Kampung Tangguh Ideologi untuk mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan terkecil seperti RT dan RW mendapat dukungan dari sejumlah kalangan.
Salah satunya dari Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid. Menurut Habib Syakur, dengan adanya Kampung Tangguh Ideologi di seluruh di Indonesia, nantinya semua unsur masyarakat turut berkontribusi dalam mengawasi lingkungannya, hingga tingkat RT/RW.
"Saya rasa di bentuknya Kampung Tangguh Ideologi ini sudah jelas tujuannya yaitu pengawasan bersama," kata Habib Syakur, Rabu (19/1/2022).
Baca juga: Sukses Tembak Mati Ali Kalora, Petinggi Densus 88 Ini Naik Pangkat
Habib Syakur menilai, keberadaan Kampung Tanggung Idelogi ini juga akan mendorong Pemerintah Daerah (pemda) untuk bertanggung jawab memastikan daerahnya aman dari penyebaran paham radikal, intoleran, hingga teroris. Caranya dengan mengedukasi masyarakat akan bahaya paham radikal.
Salah satunya dari Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid. Menurut Habib Syakur, dengan adanya Kampung Tangguh Ideologi di seluruh di Indonesia, nantinya semua unsur masyarakat turut berkontribusi dalam mengawasi lingkungannya, hingga tingkat RT/RW.
"Saya rasa di bentuknya Kampung Tangguh Ideologi ini sudah jelas tujuannya yaitu pengawasan bersama," kata Habib Syakur, Rabu (19/1/2022).
Baca juga: Sukses Tembak Mati Ali Kalora, Petinggi Densus 88 Ini Naik Pangkat
Habib Syakur menilai, keberadaan Kampung Tanggung Idelogi ini juga akan mendorong Pemerintah Daerah (pemda) untuk bertanggung jawab memastikan daerahnya aman dari penyebaran paham radikal, intoleran, hingga teroris. Caranya dengan mengedukasi masyarakat akan bahaya paham radikal.
Lihat Juga :