Lampu Kota Dimatikan dan Kursi Kedai Diikat, Jadi Tanda Dimulainya PPKM Darurat di Kota Malang

Sabtu, 03 Juli 2021 - 16:24 WIB
loading...
Lampu Kota Dimatikan...
Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona memimpin patroli PPKM Darurat. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A A A
MALANG - PPKM Darurat di Kota Malang, mulai diberlakukan Sabtu (3/7/2021). Wali Kota Malang, Sutiaji telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No. 35/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat COVID-19.

Baca juga: Seperti Darurat Perang, Jenderal Bintang 2 Ini Kerahkan 7.150 Personel Kawal PPKM Darurat

Petugas gabungan dari Pemkot Malang, Polres Malang Kota, dan Kodim 0833 Kota Malang, serta Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim, keliling kota untuk melakukan patroli PPKM Darurat di seluruh wilayah Kota Malang.



Iring-iringan pasukan dalam rombongan besar ini, bergerak dari Polres Malang Kota, lalu menuju ke sejumlah pusat keramaian. "Kami ingin memastikan kondisi masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan selama pelaksanaan PPKM Darurat ," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Baca juga: Gunungkidul Gempar, Pasien COVID-19 Lari Dari IGD RSUD Wonosari Lalu Tewas di Selokan

Dalam patroli tersebut, Sutiaji masih menemukan sejumlah pedagang di Pasar Blimbing, yang kurang taat menggunakan masker. Selain itu, juga didapati restoran serta kedai kopi yang membuka layanan makan di tempat.

Tim gabungan langsung beraksi ketika melihat tempat makan dan kedai kopi yang membuka layanan makan serta minum di tempat. Kursi-kursi di tempat usaha tersebut langsung dibalik di atas meja, dan diikat dengan rafia .

Baca juga: Brebes Gempar, 4 Pegawai Toko Emas Butuh Waktu 2 Jam Hitung Uang Hasil Mengemis untuk Beli Emas

Sutiaji yang memimpin patroli besar, bersama Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona menegaskan, tempat usaha makanan dan minuman tetap boleh beroperasi, namun hanya melayani pembelian untuk dibawa pulang.

Lebih lanjut, Sutiaji mengatakan, tugas Pemkot Malang adalah mengamankan bagaimana terlaksananya Inmendagri, karena motivasi dari Inmendagri maupun SE Gubernur Jatim, adalah menyelamatkan nyawa masyarakat, menyelamatkan nyawa warga Indonesia, dan warga Kota Malang.

Lampu Kota Dimatikan dan Kursi Kedai Diikat, Jadi Tanda Dimulainya PPKM Darurat di Kota Malang


"Kita akan mematikan lampu, dan melakukan penyekatan jalan tertentu untuk menekan terjadinya kerumunan warga di luar rumah. Tujuannya bagaimana kita bisa menekan angka penyebaran COVID-19 ," tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif menyebutkan, angka penderita COVID-19 di Kota Malang, terus mengalami peningkatan. Selain itu, juga ada rujukan pasien dari luar kota, sehingga tingkat keterisian rumah sakit sangat tinggi. "ICU sudah penuh 100%, sedangkan IGD terisi 125%," ungkapnya.

Baca juga: Sopir Truk Boks Gemparkan Padalarang, Pingsan Saat Mengemudi dan Nyaris Tabrak Polisi

Sementara Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, beberapa titik masuk Kota Malang, juga dilakukan pengetatan . "Warga dari luar kota yang akan masuk ke Kota Malang, akan kami periksa di pintu-pintu masuk kota," tegasnya.

Salah seorang manajer restoran di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang, Rio mengaku, akan berupaya menaati aturan selama PPKM Darurat. "Kami memang kondisinya berat. Sekarang karyawan yang masuk hanya 50%, dan kalau mengandalkan penjualan online, jumlahnya tidak banyak," tuturnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Sandiaga Uno Minta Warga...
Sandiaga Uno Minta Warga Cianjur Jaga Prokes usai Kasus Covid-19 Meningkat
Perubahan Iklim Disebut...
Perubahan Iklim Disebut Komnas HAM Jadi Krisis Terberat usai Covid-19
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Berita Terkini
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved