52 Buruhnya Positif COVID-19, Pabrik di Deliserdang Belum Lockdown
Jum'at, 02 Juli 2021 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tangis Pecah di Gresik, Nyawa Mahasiswa Cantik Melayang Usai Tabrak Truk
Mengetahui hal itu, pihak perusahan melakukan swab masal mandiri kepada seluruh buruh. Dari 300 buruh yang di rapid test antigen, ditemukan 52 buruh reaktif COVID-19 . Di mana sebanyak 42 buruh telah menjalani isolasi di RSUD Deliserdang, dan 10 buruh menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Menurut Camat Tanjung Morawa, Marianto Irawadi mengatakan, kegiatan rapid test antigen secara masal ini dilakukan, sebagai tracing karena beberapa waktu lalu diduga pihak perusahaan tidak melaporkan ke pihak Satgas COVID-19 Kecamatan Tanjung Morawa, terkait adanya puluhan karyawan pabrik positif COVID-19 . "Penyebaran COVID-19 akhirnya semakin meningkat drastis, karena tidak mendapat penanganan dengan cepat," tuturnya.
Baca juga: Pagi-pagi Satpol PP Geruduk Hotel di Banjarmasin, Temukan Anak-anak Asyik Pesta Seks
Meski telah banyak buruhnya yang bertumbangan akibat terpapar COVID-19 . Namun aktivitas di lingkungan perusahaan masih berjalan seperti biasa, dan pihak perusahaan tidak melakukan penutupan kegiatan.
Mengetahui hal itu, pihak perusahan melakukan swab masal mandiri kepada seluruh buruh. Dari 300 buruh yang di rapid test antigen, ditemukan 52 buruh reaktif COVID-19 . Di mana sebanyak 42 buruh telah menjalani isolasi di RSUD Deliserdang, dan 10 buruh menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Menurut Camat Tanjung Morawa, Marianto Irawadi mengatakan, kegiatan rapid test antigen secara masal ini dilakukan, sebagai tracing karena beberapa waktu lalu diduga pihak perusahaan tidak melaporkan ke pihak Satgas COVID-19 Kecamatan Tanjung Morawa, terkait adanya puluhan karyawan pabrik positif COVID-19 . "Penyebaran COVID-19 akhirnya semakin meningkat drastis, karena tidak mendapat penanganan dengan cepat," tuturnya.
Baca juga: Pagi-pagi Satpol PP Geruduk Hotel di Banjarmasin, Temukan Anak-anak Asyik Pesta Seks
Meski telah banyak buruhnya yang bertumbangan akibat terpapar COVID-19 . Namun aktivitas di lingkungan perusahaan masih berjalan seperti biasa, dan pihak perusahaan tidak melakukan penutupan kegiatan.
(eyt)
Lihat Juga :