Pasien COVID-19 Terus Berjatuhan, BUMD Jamed Musnahkan Ratusan Ton Limbah Medis Berbahaya
Senin, 21 Juni 2021 - 11:45 WIB
loading...
Instalasi pengolahan limbah medis B3 milik BUMD Jamed di Plant Dawuan, Karawang. Foto/Istimewa
A
A
A
BANDUNG - Lonjakan kasus COVID-19 di Provinsi Jawa Barat, termasuk sejumlah provinsi lainnya di Indonesia menyebabkan peningkatan volume limbah medis infeksius.
Limbah medis B3 atau bahan berbahaya dan beracun tersebut harus segera dimusnahkan, agar tidak menjadi persoalan baru dan menambah beban penanganan COVID-19.
Baca juga: Selang 1 Jam Pangandaran Kembali Gempa 4,4 SR, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Salah satu BUMD milik Pemprov Jabar, PT Jasa Medivest atau Jamed yang bergerak dalam bidang pengolahan limbah medis B3 kini sibuk menangani limbah medis COVID-19 di instalasi pengolahan limbah medis B3 di kawasan Dawuan, Kabupaten Karawang.
Bahkan, agar operasional pengelolaan limbah medis COVID-19 di Jabar berjalan optimal, Jamed sudah menambah lima unit kendaraan pengangkut limbah medis B3 pada Mei 2021 lalu. Sehingga, total ada 12 unit kendaraan pengangkut limbah medis di Jabar.
Limbah medis B3 atau bahan berbahaya dan beracun tersebut harus segera dimusnahkan, agar tidak menjadi persoalan baru dan menambah beban penanganan COVID-19.
Baca juga: Selang 1 Jam Pangandaran Kembali Gempa 4,4 SR, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Salah satu BUMD milik Pemprov Jabar, PT Jasa Medivest atau Jamed yang bergerak dalam bidang pengolahan limbah medis B3 kini sibuk menangani limbah medis COVID-19 di instalasi pengolahan limbah medis B3 di kawasan Dawuan, Kabupaten Karawang.
Bahkan, agar operasional pengelolaan limbah medis COVID-19 di Jabar berjalan optimal, Jamed sudah menambah lima unit kendaraan pengangkut limbah medis B3 pada Mei 2021 lalu. Sehingga, total ada 12 unit kendaraan pengangkut limbah medis di Jabar.
Lihat Juga :