Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Bali Belum Pulih, KPM Berharap Bantuan Sosial Tunai Segera Cair

loading...
Bali Belum Pulih, KPM Berharap Bantuan Sosial Tunai Segera Cair
Sektor pariwisata di Bali yang menjadi penopang ekonomi masyarakat hingga sekarang masih belum pulih. Warga berharap bantuan sosial tunai (BST) segera cair. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
DENPASAR - Pandemi COVID-19 melumpuhkan sektor pariwisata yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Bali. Sehingga banyak para pelaku pariwisata yang terkena imbasnya.

Baca juga: Baliho Mbak Puan Bertebaran di Surabaya, Pengamat: Pemanasan Menuju Pilpres 2024

Kondisi sulit tersebut salah satunya dialami ibu Ketut yang tinggal di kawasan Jalan Kapten Japa, Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Bali. Sebagai ibu rumah tangga dengan tiga anak, dia mengandalkan suaminya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Baca juga: Sebulan Tebar Teror di Kabupaten Puncak Papua, KKB Dilumpuhkan, 4 Tewas Ditembak, 11 Luka

Namun, nasib kurang beruntung justru dihadapi suaminya yang bekerja di sebuah restoran. Selama satu setengah tahun suaminya sudah tidak bekerja kembali karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran restoran tutup karena terdampak pandemi COVID-19.

"Mulai Maret tahun lalu (PHK). Pariwisata tutup, sehingga tamu tidak ada yang datang ke Bali. Akhirnya tidak kerja lagi," katanya, Sabtu (13/6/2021).



Meskipun mengalami nasib kurang beruntung, namun Ketut mendapatkan rezeki lain yakni berhak mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah. BST merupakan bantuan uang senilai Rp300 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia (Persero) setiap bulan.

"Saya dikasih tahu oleh kepala desa, bahwa saya dapat bantuan BST. Disuruh ambilnya di kantor Pos. Ya sudah, saya kumpulkan KTP dan KK. Prosesnya berlangsung cepat," katanya.

Ketut yang menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) pertama kali mendapatkan BST sebesar Rp600 ribu (dirapel dua bulan). Dia mengaku komoditas utama yang dibeli sesudah menerima dana bantuan adalah beras. Bantuan ini sangat terasa manfaatnya, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dengan adanya BST, dia tidak pusing untuk menghidupi ketiga anaknya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top