Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Baliho Mbak Puan Bertebaran di Surabaya, Pengamat: Pemanasan Menuju Pilpres 2024

loading...
Baliho Mbak Puan Bertebaran di Surabaya, Pengamat: Pemanasan Menuju Pilpres 2024
Baliho menampilkan Puan Maharani mulai terpasang di sejumlah titik di Kota Surabaya, Sabtu (11/6/2021). Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
SURABAYA - Sejumlah billboard atau baliho menampilkan Puan Maharani mulai terpasang di sejumlah titik di Kota Surabaya. Gambar ketua DPR RI sekaligus cucu dari Presiden pertama RI, Soekarno itu tersebar di sejumlah titik strategis.

Baca juga: Sebulan Tebar Teror di Kabupaten Puncak Papua, KKB Dilumpuhkan, 4 Tewas Ditembak, 11 Luka

Billboard berukuran jumbo bertuliskan "Mbak Puan" itu terlihat di jalan Pasar Kembang, Dukuh Kupang, Gunung Sari, Jemur Handayani, Karah Agung, Menur Pumpungan hingga ke jalan Kendangsari.

Baca juga: Kisah Mistis di Tambang Emas Terkenal, seperti Apa Kisahnya?

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo (UTM) Madura, Surokim Abdussalam membaca, munculnya billboard Puan itu sebagai tanda pemanasan menuju Pilpres 2024. Meski terbilang masih lama, billboard Puan ini juga sudah sejalan dengan pernyataan elit PDI Perjuangan yang ingin mengusung Puan.

"Saya menganggapnya sebagai pemanasan dan ekspansi basis dukungan agar lebih dekat dengan pemilih nasional. Ya semacam penguatan untuk kampanye udara. Upaya itu juga bisa dibaca sebagai ikhtiar untuk menguatkan basis dukungan internal di basis-basis PDIP," kata Surokim Sabtu, (12/06/2021).



Menurut Surokim, Puan dan PDIP memang sudah waktunya melakukan ekspansi basis dukungan. Tidak lagi sekedar mengandalkan Jawa Tengah yang menjadi basis konstituennya. Jawa Timur dan Jawa Barat yang secara demografis sangat menentukan juga perlu diperhatikan dan diperkuat.

"Puan ini sekarang kan medan kontestasinya nasional. Jadi sudah waktunya ekspansi basis dukungan, daerah-daerah yang punya basis pendukung PDIP kuat seperti Surabaya harus juga menjadi perhatian bagi mbak Puan agar kian dikenal, disukai dan akan membentuk elektabilitasnya," urai peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini.

Dalam banyak hal, kata Surokim, Puan memiliki modal yang tidak dimiliki oleh semua politisi, seperti darah biru dari Presiden RI pertama Soekarno. Namun, dalam konteks pemilihan langsung, Puan membutuhkan popularitas dan elektabilitas yang memadai.

"Dalam konteks pemilu langsung kekinian publik yang kian kritis juga menuntut mbak Puan terlihat smart dan menjadi komunikator publik yang andal. Jadi, mbak Puan juga perlu meningkatkan kapasitas, kompetensi komunikasi publiknya dan yang paling penting juga menjadi media darling agar modal gen darah biru itu juga menjadi komplemen dari kapasitas politik beliau sebagai tokoh nasional," jelasnya.



Oleh karena itu, lanjut Surokim, pemasangan billboard bergambar Puan yang dilakukan secara massif akan memberikan implikasi positif bagi Puan. "Kian banyak baliho muncul tentu publik akan kian tahu tentang mbak Puan dan kiprahnya, minimal bisa mematik rasa ingin tahu publik (curiosity) serta menguatkan nama beliau dibenak pemilih non PDIP. Sebagai kader genuine PDIP dan memiliki trah darah biru, saya pikir potensi mbak puan tetap kuat untuk ke 2021," pungkas Surokim.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top