Sempat Ditutup, Gubernur Aktifkan Kembali RS Martha Friska Jadi Rujukan Utama COVID-19
loading...
A
A
A
MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengaktifkan kembali Rumah Sakit Martha Friska Multatuli sebagai rumah sakit rujukan utama pasien COVID-19 di Medan .
Pengaktifan kembali rumah sakit itu untuk menjawab kebutuhan kamar untuk perawatan pasien COVID-19 di Sumut yang terus menipis.
Sebelumnya, kerja sama Pemprov Sumut dengan rumah sakit rujukan utama COVID-19 ini diputuskan berakhir pada awal Mei lalu. Namun, kebijakan tersebut dibatalkan dengan melihat kondisi pandemi di Sumut yang terus meningkat, kondisi ini semakin diperparah karena sejumlah rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 mengeluh kehabisan kamar.
Dengan kondisi demikian, Pemprov Sumut kembali mengaktifkan rumah sakit berkapasitas 120 ruangan itu sebagai rujukan utama, rumah sakit ini diproyeksikan bisa menampung lebih dari 200 pasien COVID-19.
“Jika sebelumnya biaya operasional rumah sakit itu seluruhnya ditanggung Pemprov Sumut, dalam kerja sama kedua ini pemprov hanya bertindak sebagai fasilitator serta memberi sejumlah fasilitas pendukung di rumah sakit itu,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi usai berkunjung di rumah sakit ini, Senin (31/5/2021).
Data terakhir pada satgas penanganan COVID-19, hingga Minggu (30/5/2021), angka konfirmasi positif COVID-19 di Sumut telah mencapai 31.895 kasus, angka ini naik 72 kasus dari hari sebelumnya.
Baca juga: Gerebek Warnet, Tempat Permainan Online, dan Cafe, Polisi Temukan Kerumunan Pengunjung
Dari angka itu, sebanyak 28.440 orang dinyatakan sembuh dan 1.046 kasus meninggal dunia, sementara sisanya sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar pandemi ini segera berakhir.
Pengaktifan kembali rumah sakit itu untuk menjawab kebutuhan kamar untuk perawatan pasien COVID-19 di Sumut yang terus menipis.
Sebelumnya, kerja sama Pemprov Sumut dengan rumah sakit rujukan utama COVID-19 ini diputuskan berakhir pada awal Mei lalu. Namun, kebijakan tersebut dibatalkan dengan melihat kondisi pandemi di Sumut yang terus meningkat, kondisi ini semakin diperparah karena sejumlah rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 mengeluh kehabisan kamar.
Dengan kondisi demikian, Pemprov Sumut kembali mengaktifkan rumah sakit berkapasitas 120 ruangan itu sebagai rujukan utama, rumah sakit ini diproyeksikan bisa menampung lebih dari 200 pasien COVID-19.
“Jika sebelumnya biaya operasional rumah sakit itu seluruhnya ditanggung Pemprov Sumut, dalam kerja sama kedua ini pemprov hanya bertindak sebagai fasilitator serta memberi sejumlah fasilitas pendukung di rumah sakit itu,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi usai berkunjung di rumah sakit ini, Senin (31/5/2021).
Data terakhir pada satgas penanganan COVID-19, hingga Minggu (30/5/2021), angka konfirmasi positif COVID-19 di Sumut telah mencapai 31.895 kasus, angka ini naik 72 kasus dari hari sebelumnya.
Baca juga: Gerebek Warnet, Tempat Permainan Online, dan Cafe, Polisi Temukan Kerumunan Pengunjung
Dari angka itu, sebanyak 28.440 orang dinyatakan sembuh dan 1.046 kasus meninggal dunia, sementara sisanya sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar pandemi ini segera berakhir.
(nic)