Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Nenek Terusir Dari Rumahnya Akibat Dirampas Mafia Tanah, Kini Tertatih Berjuang di Pengadilan

loading...
Nenek Terusir Dari Rumahnya Akibat Dirampas Mafia Tanah, Kini Tertatih Berjuang di Pengadilan
Nasuchah, seorang nenek warga Gunung Anyar Surabaya, harus berjuang hingga pengadilan, karena menjadi korban mafia tanah. Foto/iNews TV/Hari Tambayong
SURABAYA - Sungguh memilukan nasib yang dialami Nasuchah. Diusianya yang mulai senja, nenek warga Gunung Anyar, Kota Surabaya, harus kehilangan tanah dan rumah yang ditempatinya, karena menjadi korban mafia tanah .

Baca juga: Satreskrim Polres Batang Bongkar Mafia Tanah Senilai Rp3 Miliar

Kini, Nasuchah harus tertaih berjuang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, untuk mempertahankan tempat tinggalnya. Kasus ini barawal saat dia berniat menolong tetangganya, dengan meminjamkan sertifikat tanahnya dengan alasan untuk tambahan modal.



Niat baik tersebut ternyata justru dimanfaatkan oleh para pelaku yang telah berniat jahat, untuk melakukan penipuan dokumen tanah , dengan memindah tangankan sertifikat tanah sekaligus rumah Nasuchah, dengan dalih rumah tersebut telah dibeli oleh Joy Sanjaya Tjwa.

Baca juga: Mencekam, Puluhan Aparat Bersenjata Lengkap Bersiaga Usai Pembakaran Polsek Candipuro



Saat ini kasus penipuan mafia tanah ini telah disidangkan di PNS Surabaya, dengan terdakwa Khilfatil, dan Yanu, dengan korban nenek Nasuchah. Dalam sidang yang agendanya mendengarkan keterangan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengahdirkan tiga saksi, yakni Nasuchah bersama suaminya, serta Joy Sanjaya Tjwa selaku pembeli rumah Nasuchah.

Dalam keterangannya dipersidangan, Nasuchah menegaskan, tak pernah menjual rumahnya. "Saya menjadi korban penipuan atas terdakwa Khilfatil. Dia tetangga saya, yang meminjam sertifikat rumah dengan alasan untuk dijadikan agunan di bank sebagai tambahan modal usaha," tuturnya.

Baca juga: Tangis Pecah di Palembang, Gubernur dan Ratusan Ulama Gelar Salat Gaib untuk Palestina
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top