Antisipasi Pemudik Lolos Penyekatan, Ridwan Kamil: Jabar Siapkan 2.500 Ruang Isolasi

Kamis, 06 Mei 2021 - 00:05 WIB
loading...
Antisipasi Pemudik Lolos...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam Talk Show Virtual BNPB bertajuk Kesiapan Pemda Menghadapi Larangan Mudik dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021). Foto: Istimewa
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebutkan, Jabar telah menyiapkan 2.500 ruang isolasi di desa-desa untuk mengantisipasi pemudik yang lolos penyekatan petugas dan berhasil sampai di kampung halaman .

Para pemudik nekat itu wajib menjalani karantina di ruang isolasi yang disiarkan selama lima hari sebelum bertemu dengan keluarganya.

Baca juga: 158 Pos Penyekatan Tersebar di Jabar, Ridwan Kamil Sepakat Mudik Lokal Dilarang

“Maka di perkampungan kita sudah siapkan 2.500-an ruang isolasi. Kita sudah intruksikan kepada perangkat desa bagi yang ngotot, agar setiba di kampung halaman untuk dikarantina," ujar Ridwan Kamil Talk Show Virtual BNPB bertajuk "Kesiapan Pemda Menghadapi Larangan Mudik" dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu berujar, data pemudik yang menjalani karantina tersebut akan di-update di aplikasi Pikobar, sehingga bakal diketahui jumlah masyarakat yang nekat mudik.

“Ini sangat efektif, tapi hasil akhirnya kita akan hitung berapa kenaikan BOR (bed occupancy rate) rumah sakit karena provinsi Jabar sudah satu bulan berkinerja sebagai satgas terbaik se-Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Dilarang Mudik, Bupati Karawang Wajibkan ASN Foto Selfi di Rumah saat Lebaran

Dalam kesempatan itu, Kang Emil menegaskan bahwa Pemda Provinsi Jabar mendukung kebijakan larangan mudik lokal di wilayah aglomerasi yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat melalui Satgas Penanganan COVID-19.

Diketahui, wilayah aglomerasi di Jabar meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Selain itu, aglomerasi juga berlaku di Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kota Depok.

"Narasinya sama dengan pemerintah pusat, mudik lokal itu tidak diperkenankan. Aglomerasi yang dibolehkan bergerak hanya untuk para pekerja saja," tegasnya.

Menurut dia, masih ada sekitar 7% warga yang memaksa mudik ke Jabar, khususnya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.“Kurang lebih 400.000-an pemudik yang harus kami waspadai di wilayah Jabar," sebutnya.

Baca juga: Ribuan Pemudik Sudah Masuk Jawa Tengah, Puncaknya Malam Ini dan Besok

Kang Emil juga mengatakan, sejalan dengan intruksi Kapolri, Jabar juga meniadakan aktivitas wisata di zona merah dan oranye.

“Jadi, sesuai kesepakatan, zona merah dan oranye itu pariwisata ditiadakan dan ini sudah menjadi intruksi dari Kapolri. Yang diizinkan hanya zona kuning hijau termasuk juga berlaku bagi pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 H," ungkapnya.

Sementara, untuk pariwisata yang berada di zona non-merah dibuka dengan menyesuaikan kapasitas 50 persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Balik Nataru 2026,...
Arus Balik Nataru 2026, Polda Metro Jaya Siapkan Contraflow dan Penyekatan
Ridwan Kamil Menang...
Ridwan Kamil Menang Telak Bila Maju dalam Pilkada Jawa Barat
5 Tahun Dipimpin Ridwan...
5 Tahun Dipimpin Ridwan Kamil, Jabar Jadi Provinsi Terbaik di Indonesia
5 Tahun Jadi Gubernur...
5 Tahun Jadi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Bersyukur Mengakhiri dengan Hasil Sangat Baik
3.500 Kaum Dhuafa di...
3.500 Kaum Dhuafa di Jabar Naik Kelas Setiap Minggunya, Ridwan Kamil: Berkat Kerja-kerja Kita
Perolehan Zakat Meningkat,...
Perolehan Zakat Meningkat, Ridwan Kamil Bahagia: Banyak Orang Bertakwa di Jabar
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Gebuk Skotlandia, Gol...
Gebuk Skotlandia, Gol 71 Detik Ismael Saibari Antar Maroko ke Puncak Grup C
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Infografis
Gubernur Jatim Resmikan...
Gubernur Jatim Resmikan Ruang Isolasi Khusus di RSUD dr Soetomo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved