Kisah Raja Kediri Jayabaya Serang Jenggala Demi Kuasai Bandar Dagang Terbesar di Pulau Jawa
Minggu, 19 Januari 2025 - 07:49 WIB
loading...
Raja Kediri Jayabaya pernah menyerang dan menguasai bandar perdagangan terbesar di Pulau Jawa yang terletak di Muara Sungai Porong, Kerajaan Panjalu. Foto/@ainusantara
A
A
A
JAKARTA - BANDAR perdagangan terbesar di Pulau Jawa di Muara Sungai Porong pernah diserang dan selanjutnya dikuasai oleh Kerajaan Kediri yang saat itu dipimpin Raja Jayabaya.
Pusat perdagangan ini sebenarnya masuk wilayah penguasaan administrasi Kerajaan Jenggala.
Baca juga: Kisah Prabu Jayabaya, Raja Kediri Pencipta Ramalan Jayabaya yang Melegenda
Akan tetapi Raja Jayabaya mengambil alih bandar perdagangan ini usai melakukan penyerangan hingga membuat Jenggala takluk.
Hingga akhirnya Jengga merelakan bandar perdagangan itu dikuasai oleh Kerajaan Kediri. Konon bandar dagang ini merupakan yang teramai kedua di Nusantara, setelah pelabuhan bandar dagang di Kerajaan Sriwijaya yang ada di Pulau Sumatera.
Penguasaan bandar dagang oleh Kerajaan Kediri tak terlepas dari kurang kuatnya angkatan perang Kerajaan Jenggala yang membuat dengan mudah dikuasai Jayabaya.
Dikutip dari buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja - Raja Jawa Intrik, Konspirasi Perebutan Tahta, dan Wanita" karya Sri Wintala Achmad, ketiadaan angkat perang yang kuat ini dimanfaatkan betul oleh musuh-musuh Jenggala.
Baca juga: Menerka Arti Ramalan Jayabaya Tentang Pasar Ilang Kumandhange
Pusat perdagangan ini sebenarnya masuk wilayah penguasaan administrasi Kerajaan Jenggala.
Baca juga: Kisah Prabu Jayabaya, Raja Kediri Pencipta Ramalan Jayabaya yang Melegenda
Akan tetapi Raja Jayabaya mengambil alih bandar perdagangan ini usai melakukan penyerangan hingga membuat Jenggala takluk.
Hingga akhirnya Jengga merelakan bandar perdagangan itu dikuasai oleh Kerajaan Kediri. Konon bandar dagang ini merupakan yang teramai kedua di Nusantara, setelah pelabuhan bandar dagang di Kerajaan Sriwijaya yang ada di Pulau Sumatera.
Penguasaan bandar dagang oleh Kerajaan Kediri tak terlepas dari kurang kuatnya angkatan perang Kerajaan Jenggala yang membuat dengan mudah dikuasai Jayabaya.
Dikutip dari buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja - Raja Jawa Intrik, Konspirasi Perebutan Tahta, dan Wanita" karya Sri Wintala Achmad, ketiadaan angkat perang yang kuat ini dimanfaatkan betul oleh musuh-musuh Jenggala.
Baca juga: Menerka Arti Ramalan Jayabaya Tentang Pasar Ilang Kumandhange
Lihat Juga :