Spesialis Pembobol Rumah yang Ditinggal Salat Tarawih di Tulungagung Dibekuk

loading...
Spesialis Pembobol Rumah yang Ditinggal Salat Tarawih di Tulungagung Dibekuk
Aksi Koliq (52) warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo sebagai spesialis pembobol rumah yang ditinggal penghuninya saat salat tarawih, berakhir. Foto ilustrasi SINDOnews
TULUNGAGUNG - Aksi Koliq (52) warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo sebagai spesialis pembobol rumah yang ditinggal penghuninya saat salat tarawih , berakhir. Koliq yang usai menyatroni rumah warga di Kecamatan Ngantru, diringkus aparat Polres Tulungagung di terminal Jombang.

Petugas juga membekuk Panji (41) warga Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung yang disebut Koliq sebagai patnernya dalam melakukan aksi. "Tim berhasil mengamankan pelaku," ujar Kapolsek Ngantru AKP Puji Widodo kepada wartawan. Baca juga: Salat Tarawih 8 Jam, Saksikan Selengkapnya di iNews Sore Selasa Pukul 16.30 WIB

Penyelidikan bermula dari laporan Wiyono, warga Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru. Sepulang dari salat tarawih yang bersangkutan kaget, rumahnya dalam kondisi teracak-acak. Uang tunai Rp3 juta lenyap. Empat unit ponsel serta perhiasan emas seberat 10 gram, juga tidak berada di tempat. "Petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan," kata Puji, Selasa (27/4/2021).

Dari keterangan saksi dan alat bukti hasil olah TKP dugaan mengerucut pada pelaku. Saat diringkus Koliq mengakui perbuatannya. Ia mengatakan tidak sendirian. Nama Panji sebagai patner kejahatan disebutnya.

Panji yang sehari-hari juga berjualan keliling, dibekuk. Dari pengakuan keduanya, aksi yang terungkap itu bukan pertama kalinya dilakukan. Mereka mengaku ada lima TKP di tempat berbeda yang pernah disatroni. Salah seorang pelaku berstatus residivis dengan kasus yang sama. Baca juga: 10 Hari Tarawih, Satgas Covid-19 Tak Menemukan Klaster Baru Rumah Ibadah



"Para pelaku telah beraksi di sejumlah TKP," terang Puji. Dari tangan pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga hasil kejahatan. Yakni tiga unit ponsel, uang tunai Rp 500 ribu, satu tas laptop, satu unit motor Hodlnda Vario, satu tas punggung, tiga linggis ukuran kecil dan satu set perhiasan kuningan.

Menurut Puji, hingga saat ini petugas masih melakukan pengembangan penyelidikan. Sebab tidak tertutup kemungkinan, masih ada pihak lain yang terlibat dalam aksi keduanya. "Saat ini kita masih melakukan pendalaman pemeriksaan," pungkas Puji Widodo.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top