Pengamat: MUI Diminta Serukan Pengurangan Utang Negara Miskin
Jum'at, 09 April 2021 - 12:53 WIB
loading...
Dosen Fisip UMSU Medan Shohibul Anshor Siregar. Foto/Ist
A
A
A
MEDAN - Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) dinilai perlu mengambil langkah menyurati pemimpinDana Moneter Internasional(lembaga keuangan dunia) agar memberi keringanan pemotongan utang negara-negara miskin khususnya Indonesia.
Pengamat Politik Dr Shohibul Anshor Siregar mengatakan, langkah seperti ini juga sudah dilakukan oleh Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus yang memberi tahu melalui suratnya kepada sejumlah kepala Dana Moneter Internasional (LembagaKeuangan Dunia).
"MUI perlu menauladani sikap dan pendirian Paus (Paus Fransiskus) yang tanggal 4 April 2021 lalu, megirim surat kepada para pemimpin lembaga keuangan dunia agar memotong utang negara-negara miskin," kata Dosen Fisip UMSU Medan Shohibul Anshor Siregar, Jumat (9/4/2021).
Menurutnya, kepedulian itu mencerminkan protesnya atas struktur dunia yang menindas, mengingat sesuaiLaporan PBB beberapa waktu lalu menyebutkan, bahwa pandemi COVID-19 dapat mendorong 32 juta orang di negara-negara miskin masuk ke dalam kemiskinan ekstrem.
"Jadi tak salah atas nama keprihatinan mayoritas rakyat dunia, apalagi pada masa pandemi ini, MUI juga menyerukan penghapusan utang negara-negara miskin," ungkap Shohibul.
Dia mengatakan, MUI juga bisa sekaligus menasehatkan para kepala negara memastikan untuk menahan diri agar tidak terus menambah utang yang akan menjadi beban rakyat kelak.
Selain itu dia menyatakan, MUI perlu mengingatkan, bahwa menurut sejarah negara-negara besar dan kaya itu dulu, juga melakukan kekejaman dengan menjajah negara-negara yang kini miskin.
Pengamat Politik Dr Shohibul Anshor Siregar mengatakan, langkah seperti ini juga sudah dilakukan oleh Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus yang memberi tahu melalui suratnya kepada sejumlah kepala Dana Moneter Internasional (LembagaKeuangan Dunia).
"MUI perlu menauladani sikap dan pendirian Paus (Paus Fransiskus) yang tanggal 4 April 2021 lalu, megirim surat kepada para pemimpin lembaga keuangan dunia agar memotong utang negara-negara miskin," kata Dosen Fisip UMSU Medan Shohibul Anshor Siregar, Jumat (9/4/2021).
Menurutnya, kepedulian itu mencerminkan protesnya atas struktur dunia yang menindas, mengingat sesuaiLaporan PBB beberapa waktu lalu menyebutkan, bahwa pandemi COVID-19 dapat mendorong 32 juta orang di negara-negara miskin masuk ke dalam kemiskinan ekstrem.
"Jadi tak salah atas nama keprihatinan mayoritas rakyat dunia, apalagi pada masa pandemi ini, MUI juga menyerukan penghapusan utang negara-negara miskin," ungkap Shohibul.
Dia mengatakan, MUI juga bisa sekaligus menasehatkan para kepala negara memastikan untuk menahan diri agar tidak terus menambah utang yang akan menjadi beban rakyat kelak.
Selain itu dia menyatakan, MUI perlu mengingatkan, bahwa menurut sejarah negara-negara besar dan kaya itu dulu, juga melakukan kekejaman dengan menjajah negara-negara yang kini miskin.
Lihat Juga :