Dukung KPK Tuntaskan Kasus Korupsi, Puluhan Warga Geruduk PDAM Giri Tirta Gresik

loading...
Dukung KPK Tuntaskan Kasus Korupsi, Puluhan Warga Geruduk PDAM Giri Tirta Gresik
Puluhan warga melakukan aksi di depan Kantor Perumda Giri Tirta Gresik, untuk mendukung KPK mengusut tuntas kasus dugaan korupsi. Foto/SINDOnews/Ashadi Iksan
GRESIK - Puluhan warga mendatangi kantor PDAM Giri Tirta di Jalan Raya Permata Perum Bunder Asri, Kabupaten Gresik, Kamis (8/4/2021). Mereka mendukung KPK menuntaskan dugaan korupsi investasi Rp133 miliar.

Baca juga: Divonis 12 Tahun Penjara Atas Penerbitan Izin Pertambangan, Nur Alam Diduga Lakukan Pencucian Uang

Kordinator aksi, Safiudin mengatakan, dugaan korupsi yang dilakukan mantan Dirut lama harus segera dituntaskan sampai ke akar-akarnya. "Kami mendukung KPK. Pelaku korupsi di Kabupaten Gresik harus dihukum seberat-beratnya," katanya.



Dirinya menuding, Perumda Giri Tirta lebih mementingkan pihak pemodal. Pelayanan ke industri dan mall berjalan dengan baik. Mulai dari persoalan mampet hingga air keruh. "Selama ini PDAM Giri Tirta lebih mementingkan pemodal dari pada masyarakat," tuding pria yang kerap dipanggil Udin.



Baca juga: Lagi Asyik Berhubungan Seks, Puluhan Pasangan di Tasikmlaya Ini Kaget Digerebek Petugas

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zariyah mengaku, turunnya KPK soal dugaan korupsi di lingkungan PDAM menjadi evaluasi kinerjanya ke depan.

Dia menyebut, KPK memang tengah menyelidiki dugaan korupsi investasi PT Dewata senilai Rp47 miliar, dan PT Drupadi Rp86 miliar. Total anggaran investasi sebesar Rp133 miliar. Meski demikian, proyek tersebut sudah dinikmati oleh masyarakat.

Dukung KPK Tuntaskan Kasus Korupsi, Puluhan Warga Geruduk PDAM Giri Tirta Gresik


Sebelumnya produksi air 450 liter/detik. Kemudian tambah 100 liter/detik. Itu sangat bermanfaat bagi masyarakat di wilayah tengah sampai selatan. Termasuk di perkotaan. "Itu air berasal dari Kali Surabaya," kata Risa usai didatangi puluhan pendemo .



Risa membatah jika pelayanan air hanya memprioritaskan kepada pihak pemodal . Seperti industri dan mall. "Tidak benar itu, secara presentasi sebanyak 82% untuk rumah tangga dan industri hanya 12%," dalihnya.

Baca juga: Terima Gaji Pertama, Bupati Gunung Kidul Traktir Makan 1.000 Tukang Sapu dan THL

Adanya aliran air yang mampet kepada pelanggan rumah tangga , Risa berdalih hal itu ditengarai ada beberapa persoalan. "Salah satunya ada masalah di jaringan airnya. Tapi kami berusaha bergerak cepat terus berbenah," pungkasnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top