Transaksi Layanan Keuangan Digital di Jawa Timur Meroket Selama Pandemi

loading...
Transaksi Layanan Keuangan Digital di Jawa Timur Meroket Selama Pandemi
ilustrasi
SURABAYA - Laporan Perekonomian Jawa Timur (Jatim) yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan, jumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jatim pada triwulan VI 2020 berkurang 0,22% menjadi sebanyak 12.495 ATM. Nominal transaksi menggunakan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) juga turun 0,60% menjadi Rp147,52 triliun.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan transaksi pembayaran melalui Layanan Keuangan Digital (LKD) yang naik 4,06% menjadi Rp1,76 triliun. Transaksi melalui LKD didominasi pembayaran tagihan rutin (94,03%) dengan nilai nominal Rp1,65 triliun, top up (3,34%) dengan nilai nominal Rp58,95 miliar, serta tarik tunai (2,43%) dengan nilai nominal Rp42,84 miliar.

Baca juga: Geledah Kantor PDAM Giri Tirta Gresik, KPK Bawa Dua Koper Dokumen

“Transaksi didominasi pembayaran tagihan rutin akibat meningkatnya aktivitas stay at home (diam yang dilakukan masyarakat,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah, Kamis (8/4/2021).



Data BI juga menyebutkan, jumlah instrumen pembayaran non tunai (ATM, Kartu Kredit dan Kartu Debit) pada triwulan IV 2020 sebanyak 27,6 juta kartu. Jumlah itu naik 2,51% dibanding triwulan III 2020 yang sebanyak 26,9 juta kartu.

“Peningkatan jumlah APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu ) itu sejalan dengan kebijakan BI yang mendorong perluasan elektronifikasi pembayaran di daerah,” tandas Difi.

Baca juga: Hore...! Biaya Operasional RT dan RW di Surabaya Naik 100 Persen



Meskipun secara jumlah instrumen meningkat, namun nominal transaksi pada triwulan IV 2020 turun Rp887 miliar atau sebesar -0,59% menjadi Rp147,528 triliun. Penurunan ini sejalan dengan masih terbatasnya aktivitas ekonomi pada triwulan IV 2020.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top