Nyaris Diamuk Massa Gara-gara Dana Desa dan BLT, Kades di Muara Enim Mundur
Rabu, 20 Mei 2020 - 14:41 WIB
loading...
Ilustrasi/Okezone
A
A
A
MUARA ENIM - Kepala Desa (Kades) Pinang Banjar Jon Kenedi mengundurkan diri dihadapan warganya sendiri, Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 00.30 WIB. Jon Kenedi mundur setelah ratusan warga Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), marah merusak rumahnya dan nyaris menghakiminya.
Warga kecewa karena Jon Kenedi dianggap tidak transparan menyalurkan BLT dan dana desa. Sekitar pukul 00.30 WIB pada Rabu (20/5/2020), warga menggeruduk rumah Jon Kenedi.
Warga sempat mengamuk dengan merusak rumah Kades Jon Kenedi. Selain itu, warga juga mengeroyok Jon Kenedi. Beruntung tindakan anarkis warga cepat dilerai, lantaran sejumlah personel kepolisian dari Polsek Gelumbang dibantu Polsek Lembak, Koramil Gelumbang, serta Camat Gelumbang berhasil menenangkan warga.
Mat Napik (45) salah seorang warga Desa Pinang Banjar mengatakan, selain menuntut kades mundur dari jabatannya, warga juga meminta Bupati Muara Enim dan aparat penegak hukum untuk mengusut aset yang di miliki kades. Warga menduga aset itu, berasal dari hasil korupsi selama menjabat kepala desa.
“Kami meminta supaya asset yang dimiliki kades ini untuk di usut tuntas sampai habis, Selama kades menjabat ada beberapa ruko yang dimilikinya yang terletak di Desa Talang-Taling,” ujarnya.
Warga kecewa karena Jon Kenedi dianggap tidak transparan menyalurkan BLT dan dana desa. Sekitar pukul 00.30 WIB pada Rabu (20/5/2020), warga menggeruduk rumah Jon Kenedi.
Warga sempat mengamuk dengan merusak rumah Kades Jon Kenedi. Selain itu, warga juga mengeroyok Jon Kenedi. Beruntung tindakan anarkis warga cepat dilerai, lantaran sejumlah personel kepolisian dari Polsek Gelumbang dibantu Polsek Lembak, Koramil Gelumbang, serta Camat Gelumbang berhasil menenangkan warga.
Mat Napik (45) salah seorang warga Desa Pinang Banjar mengatakan, selain menuntut kades mundur dari jabatannya, warga juga meminta Bupati Muara Enim dan aparat penegak hukum untuk mengusut aset yang di miliki kades. Warga menduga aset itu, berasal dari hasil korupsi selama menjabat kepala desa.
“Kami meminta supaya asset yang dimiliki kades ini untuk di usut tuntas sampai habis, Selama kades menjabat ada beberapa ruko yang dimilikinya yang terletak di Desa Talang-Taling,” ujarnya.
Lihat Juga :