Racun Dewi Asmara Menggemparkan, Mertua Meregang Nyawa hingga Mulut Keluar Buih
Senin, 08 Maret 2021 - 17:28 WIB
loading...
Dewi Asmara (45) warga Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Selatan yang tega meracuni hingga tewas mertuanya, Noni (61) membuat keluarga dan tetangga geram. Foto/Ist
A
A
A
PALEMBANG - Dewi Asmara (45) warga Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) , Sumatera Selatan yang tega meracuni hingga tewas mertuanya, Noni (61) dan 3 ekor kucing piaraan membuat keluarga dan tetangga geram.
Baca juga: Kesal Sering Bertengkar, Menantu Racuni Mertua dan 3 Kucingnya
Apalagi seusai meracuni, pelaku kabur ke hutan. "Sesudah meracuni, dia sempat lari ke hutan, terus dicari bersama warga setempat dan akhirnya dapat. Setelah itu dibawa ke rumah Kades, dan kemudian diserahkan ke polisi," ujar kerabat korban, Firman (45), saat itemui di Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang, Senin (8/3/2021).
Baca juga: Autopsi Mertua Diracuni Menantu, Dokter Cium Aroma Menyengat
Firman menuturkan, pelaku menjadi menantu korban sejak sekitar 3 tahun. Saat itu anak korban menikahi pelaku usai istri pertamanya meninggal dunia.
"Setelah menikah, mereka tinggal di rumah korban. Ada juga dua orang anak dari pernikahan pertama suaminya, tapi mereka jarang pulang," ujarnya.
Saat kejadian, kata Firman, suami korban sedang berada di luar rumah untuk menyadap karet. Sedangkan korban dan tersangka berada di dalam rumah.
Baca juga: Kesal Sering Bertengkar, Menantu Racuni Mertua dan 3 Kucingnya
Apalagi seusai meracuni, pelaku kabur ke hutan. "Sesudah meracuni, dia sempat lari ke hutan, terus dicari bersama warga setempat dan akhirnya dapat. Setelah itu dibawa ke rumah Kades, dan kemudian diserahkan ke polisi," ujar kerabat korban, Firman (45), saat itemui di Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang, Senin (8/3/2021).
Baca juga: Autopsi Mertua Diracuni Menantu, Dokter Cium Aroma Menyengat
Firman menuturkan, pelaku menjadi menantu korban sejak sekitar 3 tahun. Saat itu anak korban menikahi pelaku usai istri pertamanya meninggal dunia.
"Setelah menikah, mereka tinggal di rumah korban. Ada juga dua orang anak dari pernikahan pertama suaminya, tapi mereka jarang pulang," ujarnya.
Saat kejadian, kata Firman, suami korban sedang berada di luar rumah untuk menyadap karet. Sedangkan korban dan tersangka berada di dalam rumah.
Lihat Juga :