Seorang Polisi Terluka, Massa Nekat Ambil Paksa Jenazah Probable COVID-19
Jum'at, 05 Maret 2021 - 18:48 WIB
loading...
Puluhan warga Desa Lemah Kembar, Kabupaten Probolinggo menjemput paksa jenazah Probable COVID-19 di RSU Wonolangan hingga menyebabkan seorang polisi terluka. Foto/iNews TV/Hana Purwadi
A
A
A
PROBOLINGGO - Puluhan warga Desa Lemah Kembar, Kabupaten Probolinggo , Jatim menjemput paksa jenazah Probable COVID-19 di RSU Wonolangan. Puluhan warga yang naik truk tersebut langsung masuk rumah sakit dan menjemput jenazah berinisial L.
Baca juga: 14 Orang Ditangkap Usai Rusak Rumah Sakit dan Ambil Paksa Jenazah Terkonfirmasi COVID-19
Massa menolak untuk dilakukan prosesi pemakaman standar COVID-19. Petugas gabungan TNI/Polri dan Satpol PP tidak bisa membendung keinginan warga yang marah. Seorang anggota Polres Probolinggo bahkan terluka pada bagian tangan.
Baca juga: Ambil Paksa Jenazah COVID-19, 3 Warga Tuban Terancam Dipenjara
Direktur RSU Wonolangan, Mariani Indahri mengatakan pasien tersebut masuk rumah sakit pada Kamis (4/3/2021) mengeluh gangguan pernapasan. Hasil foto paru-paru pasien ada mengalami Pneumonia, sehingga harus dirawat di ruang isolasi .
“Hasil foto (rontgen) pasien ada Pneumonia, sesuai dengan prosedur standar di masa pendemi COVID-19 akhirnya pasien dilakukan perawatan di ruang isolasi,” kata Maria, Jumat (5/3/2021).
Namun pada Jumat (5/3/2021) sekitar 10.15 pasien meninggal dunia. Pihak rumah sakit mengedukasi dan menyarankan keluarga pasien untuk dilakukan pemulasaran jenazah sesuai prosedur COVID-19. “Tak lama kemudian ada kejadian tersebut dan warga membawa pulang jenazah," tambahnya.
Baca juga: 14 Orang Ditangkap Usai Rusak Rumah Sakit dan Ambil Paksa Jenazah Terkonfirmasi COVID-19
Massa menolak untuk dilakukan prosesi pemakaman standar COVID-19. Petugas gabungan TNI/Polri dan Satpol PP tidak bisa membendung keinginan warga yang marah. Seorang anggota Polres Probolinggo bahkan terluka pada bagian tangan.
Baca juga: Ambil Paksa Jenazah COVID-19, 3 Warga Tuban Terancam Dipenjara
Direktur RSU Wonolangan, Mariani Indahri mengatakan pasien tersebut masuk rumah sakit pada Kamis (4/3/2021) mengeluh gangguan pernapasan. Hasil foto paru-paru pasien ada mengalami Pneumonia, sehingga harus dirawat di ruang isolasi .
“Hasil foto (rontgen) pasien ada Pneumonia, sesuai dengan prosedur standar di masa pendemi COVID-19 akhirnya pasien dilakukan perawatan di ruang isolasi,” kata Maria, Jumat (5/3/2021).
Namun pada Jumat (5/3/2021) sekitar 10.15 pasien meninggal dunia. Pihak rumah sakit mengedukasi dan menyarankan keluarga pasien untuk dilakukan pemulasaran jenazah sesuai prosedur COVID-19. “Tak lama kemudian ada kejadian tersebut dan warga membawa pulang jenazah," tambahnya.
Lihat Juga :