Perjuangan Bocah 11 Tahun di Pangandaran Hidup dengan Kondisi Jantung Bocor
Jum'at, 12 Februari 2021 - 10:36 WIB
loading...
Ahmad Septiana penderita jantung bocor didampingi ibunya. Masinem
A
A
A
PANGANDARAN - Jantung bocor yang dialami Ahmad Septiana (11) mengharuskan dia menjalani perawatan secara berkala. Anak pasangan Rasimin (61) dan Masinem (55) warga RT 16/05 Dusun Cidahon, Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Banten bertahan hidup dengan segala keterbatasan.
Menurut Masinem, ibunya, Ahmad Septiana harus menjalani perawatan karena ada kebocoran pada organ jantung sejak umur 1 bulan. "Saya harus ikhlas menerima takdir ini selain harus berjuang demi kesembuhannya," kata Masinem.
Baca juga: Dapat Curhat Warga, Sandiaga: Saya Siap Pasang Badan untuk Bali
Keterbatasan biaya hidup dengan kondisi ekonomi yang sulit Masinem dan Rasimin terus berjuang agar anaknya bisa bertahan hidup. "Keseharian suami saya sebagai penderes kelapa, ditengah lelahnya mencari biaya hidup kami harus mengatur keuangan meski yang didapat hanya alakadarnya," tambah dia.
Saat Ahmad Septiana usia 5 bulan, salah satu dokter di RSHS Bandung pernah menyarankan untuk operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta. "Waktu itu biaya oprasi sekitar Rp300 juta, saya bingung lantaran tidak punya uang sebesar itu," jelasnya.
Menurut Masinem, ibunya, Ahmad Septiana harus menjalani perawatan karena ada kebocoran pada organ jantung sejak umur 1 bulan. "Saya harus ikhlas menerima takdir ini selain harus berjuang demi kesembuhannya," kata Masinem.
Baca juga: Dapat Curhat Warga, Sandiaga: Saya Siap Pasang Badan untuk Bali
Keterbatasan biaya hidup dengan kondisi ekonomi yang sulit Masinem dan Rasimin terus berjuang agar anaknya bisa bertahan hidup. "Keseharian suami saya sebagai penderes kelapa, ditengah lelahnya mencari biaya hidup kami harus mengatur keuangan meski yang didapat hanya alakadarnya," tambah dia.
Saat Ahmad Septiana usia 5 bulan, salah satu dokter di RSHS Bandung pernah menyarankan untuk operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta. "Waktu itu biaya oprasi sekitar Rp300 juta, saya bingung lantaran tidak punya uang sebesar itu," jelasnya.
Lihat Juga :