alexametrics

Warga dan Lurah di Muratara Berseteru Gara-gara Bantuan COVID-19

loading...
Warga dan Lurah di Muratara Berseteru Gara-gara Bantuan COVID-19
Seorang warga di Kelurahan Karang Dapo, Muratara, Sulsel, beseteru dengan Lurah, saat menanyakan data penerima bantuan sosial. Foto/Era Neizma
A+ A-
MURATARA - Gara-gara bantuan COVID-19, seorang warga di Kelurahan Karang Dapo, Muratara, Sumatera Selatan, beseteru dengan Lurah, saat menanyakan data penerima bantuan sosial.

Menurut Dien Saputra, kepalanya didorong oleh oknum pejabat di Kelurahan tempat ia tinggal. Saat itu, dirinya menanyakan soal nama-nama warga yang mendapat bantuan sosial dampak virus corona atau COVID-19.

Saat itu, Dien nanyakan nama-nama warga yang dapat bantuan, karena datanya itu 50 persen keluarga perangkat kelurahan semua. Padahal, masih banyak warga yang terdampak COVID tidak dapat bantuan.



"Dia tidak senang saya buat status di facebook, kemudian yang bersangkutan ke rumah saya sambil emosi, kemudian dorong kepala saya," cerita Dien Saputra, Minggu (17/5/2020).

Ditambahkan Dien, apa yang telah dilakukan Lurah itu sangat tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin. Setelah kejadia ini ia akan berkonsultasi dengan Camat Karang Dapo terkait perlakuan tak mengenakkan oleh Lurah kepada dirinya.

"Saya mau konsultasi dulu sama Camat. Seorang pemimpin seharusnya tidak bersikap seperti itu kepada warganya," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Karang Dapo, Harliya Royani saat dikonfirmasi membantah bahwa dirinya tidak mendorong kepala warganya tersebut. (Baca juga: Terjaring Razia di Warung Kopi, Ratusan ABG di Mojokerto Jalani Rapid Test)

"Kalau dikatakan saya dorong kepalanya, itu sama sekali tidak benar, fitnah itu. Saya cuma pegang bahunya, terus dia nunduk, kena lehernya dikit,” katanya.

Dikatakan Harliya, hal itu biasa dilakukan kalau sama orang yang lebih muda ia pegang bahunya, saya mau jelaskan ke dia, supaya dia paham tentang bantuan tersebut, tapi dia melawan, tidak mau dijelaskan.

Kemudian dijelaskan Harliya bahwa nama-nama yang terdata untuk mendapat bantuan sosial dampak COVID-19 tersebut belum sempurna karena harus diverifikasi lagi.

"Dia salah paham, data itu belum sempurna, bantuan ini kan ada enam tahap, ini baru tahap pertama, nanti akan kita perbaiki terus sampai sempurna," katanya. (Baca juga: Diduga Keliru Update Data Covid-19 Bupati Pangandaran Marahi Kepala Dinas Kesehatan)

Menurut Lurah, bagi warga yang merasa belum dapat bantuan bisa langsung melapor ke Ketua RT setempat dan akan didata kembali untuk dapat bantuan di tahap selanjutnya.

"Warga yang terdampak semuanya akan dapat bantuan, tidak ada yang tidak dapat. Tapi data ini kan tahap pertama, tentu masih ada warga yang terlewatkan."

Oleh karena itu, warga yang belum dapat silahkan lapor ke Ketua RT, mereka didata lagi, untuk tahap selanjutnya nanti mereka dapat bantuan. Dan ia menyayangkan warganya yang terburu-buru membuat pernyataan di media sosial, tanpa mengonfirmasi terlebih dahulu.

Seharusnya, sebagai masyarakat cerdas dalam menyikapi setiap persoalan, jangan sedikit-sedikit diviralkan di media sosial.

"Masalah ini bisa kami selesaikan, walau bagaimana pun juga dia warga kami, nanti kami jelaskan lagi. Intinya semua warga yang terdampak COVID-19 akan dapat bantuan," tegasnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak