Warga dan Lurah di Muratara Berseteru Gara-gara Bantuan COVID-19

Minggu, 17 Mei 2020 - 11:57 WIB
loading...
Warga dan Lurah di Muratara...
Seorang warga di Kelurahan Karang Dapo, Muratara, Sulsel, beseteru dengan Lurah, saat menanyakan data penerima bantuan sosial. Foto/Era Neizma
A A A
MURATARA - Gara-gara bantuan COVID-19 , seorang warga di Kelurahan Karang Dapo, Muratara, Sumatera Selatan, beseteru dengan Lurah, saat menanyakan data penerima bantuan sosial.

Menurut Dien Saputra, kepalanya didorong oleh oknum pejabat di Kelurahan tempat ia tinggal. Saat itu, dirinya menanyakan soal nama-nama warga yang mendapat bantuan sosial dampak virus corona atau COVID-19.

Saat itu, Dien nanyakan nama-nama warga yang dapat bantuan, karena datanya itu 50 persen keluarga perangkat kelurahan semua. Padahal, masih banyak warga yang terdampak COVID tidak dapat bantuan.

"Dia tidak senang saya buat status di facebook, kemudian yang bersangkutan ke rumah saya sambil emosi, kemudian dorong kepala saya," cerita Dien Saputra, Minggu (17/5/2020).

Ditambahkan Dien, apa yang telah dilakukan Lurah itu sangat tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin. Setelah kejadia ini ia akan berkonsultasi dengan Camat Karang Dapo terkait perlakuan tak mengenakkan oleh Lurah kepada dirinya.

"Saya mau konsultasi dulu sama Camat. Seorang pemimpin seharusnya tidak bersikap seperti itu kepada warganya," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Karang Dapo, Harliya Royani saat dikonfirmasi membantah bahwa dirinya tidak mendorong kepala warganya tersebut. (Baca juga: Terjaring Razia di Warung Kopi, Ratusan ABG di Mojokerto Jalani Rapid Test )

"Kalau dikatakan saya dorong kepalanya, itu sama sekali tidak benar, fitnah itu. Saya cuma pegang bahunya, terus dia nunduk, kena lehernya dikit,” katanya.

Dikatakan Harliya, hal itu biasa dilakukan kalau sama orang yang lebih muda ia pegang bahunya, saya mau jelaskan ke dia, supaya dia paham tentang bantuan tersebut, tapi dia melawan, tidak mau dijelaskan.

Kemudian dijelaskan Harliya bahwa nama-nama yang terdata untuk mendapat bantuan sosial dampak COVID-19 tersebut belum sempurna karena harus diverifikasi lagi.

"Dia salah paham, data itu belum sempurna, bantuan ini kan ada enam tahap, ini baru tahap pertama, nanti akan kita perbaiki terus sampai sempurna," katanya. (Baca juga: Diduga Keliru Update Data Covid-19 Bupati Pangandaran Marahi Kepala Dinas Kesehatan )

Menurut Lurah, bagi warga yang merasa belum dapat bantuan bisa langsung melapor ke Ketua RT setempat dan akan didata kembali untuk dapat bantuan di tahap selanjutnya.

"Warga yang terdampak semuanya akan dapat bantuan, tidak ada yang tidak dapat. Tapi data ini kan tahap pertama, tentu masih ada warga yang terlewatkan."

Oleh karena itu, warga yang belum dapat silahkan lapor ke Ketua RT, mereka didata lagi, untuk tahap selanjutnya nanti mereka dapat bantuan. Dan ia menyayangkan warganya yang terburu-buru membuat pernyataan di media sosial, tanpa mengonfirmasi terlebih dahulu.

Seharusnya, sebagai masyarakat cerdas dalam menyikapi setiap persoalan, jangan sedikit-sedikit diviralkan di media sosial.

"Masalah ini bisa kami selesaikan, walau bagaimana pun juga dia warga kami, nanti kami jelaskan lagi. Intinya semua warga yang terdampak COVID-19 akan dapat bantuan," tegasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berjibaku Tangani COVID-19,...
Berjibaku Tangani COVID-19, Bhabinkamtibmas Ini Rela Gendong Lansia ke Tempat Vaksin
Vaksinasi di DIY Hampir...
Vaksinasi di DIY Hampir 100 Persen, Kasus COVID-19 Menurun Drastis
Mengaku Dirampok, ASN...
Mengaku Dirampok, ASN Penjabat Kades Pakai Dana Bansos COVID-19 untuk Foya-foya
LSM Trisakti Ungkap...
LSM Trisakti Ungkap Dugaan Penyelewengan Bansos di Tapsel
COVID-19 Masih Ganas,...
COVID-19 Masih Ganas, Fraksi PKS DPRD Jabar Desak Pemprov Siapkan Bansos
BST 7 dan 8 Mana? Kok...
BST 7 dan 8 Mana? Kok Langsung Terima Tahap 9
Dugaan Korupsi Beras...
Dugaan Korupsi Beras Bansos, Muhadjir: Pernah Masuk Radar Inspektorat Kemensos
Soal Dugaan Korupsi...
Soal Dugaan Korupsi Bansos Beras di Kemensos, Wapres: Kita Perbaiki Sistem
Soal Dugaan Korupsi...
Soal Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 DKI, Partai Garuda Minta Jangan Apriori Dulu ke KPK
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved