Terjaring Razia di Warung Kopi, Ratusan ABG di Mojokerto Jalani Rapid Test
Minggu, 17 Mei 2020 - 11:29 WIB
loading...
Para remaja di Mojokerto saat menjalani rapid test usai terciduk nongkrong di warung kopi saat jam malam.Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A
A
A
MOJOKERTO - Petugas gabungan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah warung kopi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Ratusan pengunjung warung itupun langsung dilakukan rapid test lantaran kedapatan nongkrong di tengah pandemi Covid-19.
Sidak yang dilakukan petugas gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) ini, menyasar seluruh warung di wilayah Rolak Songo, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Lantaran saat akhir pekan kemarin, suasa di warung-warung kopi itu begitu padat pengunjung.
Sepertinya para pengunjung warung kopi yang berada di sepanjang bantaran sungai Brantas ini tak menghiraukan imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah. Selain itu, pengunjung warung kopi yang didominasi kaum muda-mudi tersebut, banyak yang tidak menerapkan physical distancing bahkan banyak yang tak mengenakan masker.
Sontak petugas pun langsung memberikan pengarahan para pengunjung warung. Mereka juga dilakukan pendataan dan dilanjutkan pemeriksaan kesehatan. Sebanyak 338 pengunjung warung kopi itu kemudian dicek suhu tubuhnya sebelum dilakukan rapid test oleh petugas medis dari Dinkes Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengungkapkan, sidak ini dilakukan sebagai upaya untuk mengukur kesadaran masyarakat dalam melaksanakan imbauann pemerintah terkait physical distancing. Itu tak lain untuk mencegah penyebaran virus Corona. Terlebih, Kabupaten Mojokerto sudah masuk zona merah, setelah 10 orang dinyatakan positif Covid-19.
Sidak yang dilakukan petugas gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) ini, menyasar seluruh warung di wilayah Rolak Songo, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Lantaran saat akhir pekan kemarin, suasa di warung-warung kopi itu begitu padat pengunjung.
Sepertinya para pengunjung warung kopi yang berada di sepanjang bantaran sungai Brantas ini tak menghiraukan imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah. Selain itu, pengunjung warung kopi yang didominasi kaum muda-mudi tersebut, banyak yang tidak menerapkan physical distancing bahkan banyak yang tak mengenakan masker.
Sontak petugas pun langsung memberikan pengarahan para pengunjung warung. Mereka juga dilakukan pendataan dan dilanjutkan pemeriksaan kesehatan. Sebanyak 338 pengunjung warung kopi itu kemudian dicek suhu tubuhnya sebelum dilakukan rapid test oleh petugas medis dari Dinkes Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengungkapkan, sidak ini dilakukan sebagai upaya untuk mengukur kesadaran masyarakat dalam melaksanakan imbauann pemerintah terkait physical distancing. Itu tak lain untuk mencegah penyebaran virus Corona. Terlebih, Kabupaten Mojokerto sudah masuk zona merah, setelah 10 orang dinyatakan positif Covid-19.
Lihat Juga :