87 Persen Pelaku UMKM di Jawa Timur Terdampak Pandemi COVID-19
Jum'at, 05 Februari 2021 - 14:02 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Sebanyak 87% pelaku usaha yang bergerak di sektor usaha kecil, mikro dan menengah ( UMKM ) terdampak pandemi COVID-19. Hal ini ditandai dengan menurunnya penjualan produk, arus kas yang menjadi bermasalah, serta proses produksi dan distribusi yang terhambat.
Kemudian sekitar 52% UMKM yang terdampak ini berasal dari usaha mikro. Sementara itu, UMKM dari sektor industri pengolahan memang yang paling terdampak yakni mencapai 91,1%.
“Umumnya, pelaku UMKM tersebut merespon dengan melakukan perubahan strategi usaha. Seperti mengubah saluran penjualan dari offline menjadi online serta melakukan diversifikasi produk. selama pandemi ini,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim, Difi Ahmad Johansyah, dalam rilis BI, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: Jelang Berakhirnya PPKM, Zona Merah di Jatim Tinggal Dua Daerah
Meski begitu, kata dia, potensi pertumbuhan ekonomi di Jatim masih cukup baik walaupun dibayangi oleh risiko penularan dari COVID-19. Hasil asesmen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhadap sektor ekonomi menunjukkan, sejumlah sektor usaha seperti Industri Pengolahan, Perdagangan memiliki risiko penularan menengah. “Sedangkan sektor pertanian masih dikategorikan sektor yang rendah risiko penularannya,” ujarnya.
Kemudian sekitar 52% UMKM yang terdampak ini berasal dari usaha mikro. Sementara itu, UMKM dari sektor industri pengolahan memang yang paling terdampak yakni mencapai 91,1%.
“Umumnya, pelaku UMKM tersebut merespon dengan melakukan perubahan strategi usaha. Seperti mengubah saluran penjualan dari offline menjadi online serta melakukan diversifikasi produk. selama pandemi ini,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim, Difi Ahmad Johansyah, dalam rilis BI, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: Jelang Berakhirnya PPKM, Zona Merah di Jatim Tinggal Dua Daerah
Meski begitu, kata dia, potensi pertumbuhan ekonomi di Jatim masih cukup baik walaupun dibayangi oleh risiko penularan dari COVID-19. Hasil asesmen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhadap sektor ekonomi menunjukkan, sejumlah sektor usaha seperti Industri Pengolahan, Perdagangan memiliki risiko penularan menengah. “Sedangkan sektor pertanian masih dikategorikan sektor yang rendah risiko penularannya,” ujarnya.
Lihat Juga :