Curhat Penggali Kubur, Panik karena Masuk Angin Dikira Terpapar COVID-19
Kamis, 04 Februari 2021 - 22:04 WIB
loading...
Seorang penggali kubur di Semarang, harus siap siaga menyambut pasien COVID-19 yang meninggal dunia. Foto: iNews/Taufik Budi
A
A
A
SEMARANG - Angka kematian akibat COVID-19 masih belum terkendali . Penggali kubur yang berada di garda paling ujung, tak kalah sibuknya ketika melaksanakan tugas pemakaman.
Selain cepat, mereka juga mesti menerapkan protokol kesehatan agar tak ikut terpapar. “Jenazah ( pasien COVID-19 ) sampai sini hujan enggak hujan, bahkan hujan terus kaya apa kita lakukan langsung pemakaman, sesegera mungkin tertutup,” kata seorang penggali kubur di TPU Jatisari, Mijen, Kota Semarang , Maryadi, Kamis (4/2/2021).
Baca juga: Kecewa Soal Polemik Pungli, Pemikul Jenazah COVID-19 di TPU Cikadut Mogok
Pria asal Kabupaten Boyolali itu pun menceritakan sempat diliputi kepanikan ketika merasa kurang enak badan. Kekhawatiran terpapar virus korona kerap kali menghantui, terlebih sesuai melakukan pemakanan.
“Kita pas pemakaman itu aja itu ada yang masuk angin. Kita punya perasaan takut. Saya sampai masuk angin kaya gini itu masuk angin biasa, atau (terpapar COVID-19),” ungkap dia.
Baca juga: Kasus Kematian Akibat COVID-19 di Jawa Timur Tembus 7.691 Orang
“Takutnya kan kita yang menangani langsung pemakaman (pasien) COVID-19. Ya (sempat diliputi) takut ya. Alhamdulillah itu bukan (terpapar COVID-19), cuma masuk angin biasa, karena kecapean aja,” tandasnya.
Selain cepat, mereka juga mesti menerapkan protokol kesehatan agar tak ikut terpapar. “Jenazah ( pasien COVID-19 ) sampai sini hujan enggak hujan, bahkan hujan terus kaya apa kita lakukan langsung pemakaman, sesegera mungkin tertutup,” kata seorang penggali kubur di TPU Jatisari, Mijen, Kota Semarang , Maryadi, Kamis (4/2/2021).
Baca juga: Kecewa Soal Polemik Pungli, Pemikul Jenazah COVID-19 di TPU Cikadut Mogok
Pria asal Kabupaten Boyolali itu pun menceritakan sempat diliputi kepanikan ketika merasa kurang enak badan. Kekhawatiran terpapar virus korona kerap kali menghantui, terlebih sesuai melakukan pemakanan.
“Kita pas pemakaman itu aja itu ada yang masuk angin. Kita punya perasaan takut. Saya sampai masuk angin kaya gini itu masuk angin biasa, atau (terpapar COVID-19),” ungkap dia.
Baca juga: Kasus Kematian Akibat COVID-19 di Jawa Timur Tembus 7.691 Orang
“Takutnya kan kita yang menangani langsung pemakaman (pasien) COVID-19. Ya (sempat diliputi) takut ya. Alhamdulillah itu bukan (terpapar COVID-19), cuma masuk angin biasa, karena kecapean aja,” tandasnya.
Lihat Juga :