Hari Pertama Vaksinasi, Tingkat Kematian Akibat COVID-19 di Kota Malang Turun Jadi 8,8%
Kamis, 28 Januari 2021 - 11:18 WIB
loading...
Sebanyak 10.240 dosis vaksin Sinovac diterima Kota Malang, dan akan disuntikkan secara bertahap di 16 Puskesmas, terhadap 5.120 tenaga medis. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A
A
A
MALANG - Vaksinasi COVID-19 tahap pertama digelar di Kota Malang, Kamis (28/1/2021). Sejumlah tokoh masyarakat, dan perwakilan warga menjadi yang pertama disuntik vaksin Sinovac tersebut.
Baca juga: Kota Malang Gelar Tahap Pertama Vaksinasi COVID-19, Ini Pesertanya
Pada vaksinasi tahap pertama ini, Wali Kota Malang, Sutiaji, tidak termasuk dalam daftar penerima vaksin COVID-19 , karena pernah positif terpapar COVID-19 . Vaksin pertama dari Pemkot Malang, diterima Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.
Selain itu, penerima vaksin COVID-19 tahap pertama adalah Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika; Rosidah Inayati dari Persagi; Djoko Heri Hermanto, perwakilan IDI; Kajari Malang, Andi Darmawangsa; Ketua PN Malang, Nuruli Mahdilis; dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf. Ferdian Primadhona.
Penyuntikan vaksin tahap pertama ini juga diikuti perwakilan dari FKUB, Baroni; perwakilan PCNU Kota Malang, Isroqunnajah; Kabagops Polresta Malang Kota, Kompol Sutantyo; perwakilan kaum milenial, Gilang Widya Pramana; dan Anjar Rahmansyah seorang penyandang disabilitas.
![Hari Pertama Vaksinasi, Tingkat Kematian Akibat COVID-19 di Kota Malang Turun Jadi 8,8%]()
Usai menjalani penyuntikan vaksin , Kajari Malang, Andi Darmawangsa mengaku, tidak merasakan ada perubahan dalam tubuhnya. "Semua normal-normal saja, tidak ada efek samping yang terasa," ungkapnya. Baca juga: Vaksin COVID-19 Datang Mendadak, Dinkes Kota Malang Segera Atur Jadwal Vaksinasi
Bahkan, Andi mengatakan, usai menjalani penyuntikan vaksin COVID-19 langsung akan berangkat ke Jakarta, untuk melaksanakan tugas dinas. Tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya sebelum divaksin, selain istirahat yang cukup dan menjaga kesehatan tubuh.
Hal senada juga diungkapkan Anjar Rahmansyah. Penyandang tuna netra yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat ini mengaku kondisi tubuhnya normal usai disuntik vaksin . "Tadi tidak merasakan apa-apa setelah divaksin," tuturnya.
Baca juga: Dugaan Perselingkuhan Suami Adik Bupati Minahasa Selatan dengan Angel Tercium Sejak 2020
Dia sangat berharap, vaksinasi ini bisa berjalan lancar dan semakin banyak masyarakat yang bisa menerima vaksin, sehingga kondisi kehidupan kembali normal seperti sedia kala. "Kami ingin semuanya segera bisa normal kembali, karena pandemi COVID-19 sangat berdampak terhadap semua lapisan masyarakat," ungkapnya.
Saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 , tingkat kematian akibat COVID-19 di Kota Malang, terus mengalami penurunan. Sebelumnya tingkat kematian akibat COVID-19 mencapai 9,1%. Kini turun menjadi 8,8%.
Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, dengan adanya vaksinasi COVID-19 , dan penurunan tingkat kematian akibat COVID-19 , masyarakat tidak terlena. "Disiplin menerapkan protokol kesehatan harus tetap dilakukan masyarakat, agar penularan COVID-19 dapat terus ditekan," tegasnya.
Baca juga: Aksi Kejar-kejaran dan Suara Tembakan, Warnai Penangkapan Kapal Malaysia di Selat Malaka
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) , menurut orang nomor satu di Kota Malang ini, juga lebih fleksibel agar kehidupan ekonomi masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik. Tentunya, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Kota Malang Gelar Tahap Pertama Vaksinasi COVID-19, Ini Pesertanya
Pada vaksinasi tahap pertama ini, Wali Kota Malang, Sutiaji, tidak termasuk dalam daftar penerima vaksin COVID-19 , karena pernah positif terpapar COVID-19 . Vaksin pertama dari Pemkot Malang, diterima Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.
Selain itu, penerima vaksin COVID-19 tahap pertama adalah Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika; Rosidah Inayati dari Persagi; Djoko Heri Hermanto, perwakilan IDI; Kajari Malang, Andi Darmawangsa; Ketua PN Malang, Nuruli Mahdilis; dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf. Ferdian Primadhona.
Penyuntikan vaksin tahap pertama ini juga diikuti perwakilan dari FKUB, Baroni; perwakilan PCNU Kota Malang, Isroqunnajah; Kabagops Polresta Malang Kota, Kompol Sutantyo; perwakilan kaum milenial, Gilang Widya Pramana; dan Anjar Rahmansyah seorang penyandang disabilitas.

Usai menjalani penyuntikan vaksin , Kajari Malang, Andi Darmawangsa mengaku, tidak merasakan ada perubahan dalam tubuhnya. "Semua normal-normal saja, tidak ada efek samping yang terasa," ungkapnya. Baca juga: Vaksin COVID-19 Datang Mendadak, Dinkes Kota Malang Segera Atur Jadwal Vaksinasi
Bahkan, Andi mengatakan, usai menjalani penyuntikan vaksin COVID-19 langsung akan berangkat ke Jakarta, untuk melaksanakan tugas dinas. Tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya sebelum divaksin, selain istirahat yang cukup dan menjaga kesehatan tubuh.
Hal senada juga diungkapkan Anjar Rahmansyah. Penyandang tuna netra yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat ini mengaku kondisi tubuhnya normal usai disuntik vaksin . "Tadi tidak merasakan apa-apa setelah divaksin," tuturnya.
Baca juga: Dugaan Perselingkuhan Suami Adik Bupati Minahasa Selatan dengan Angel Tercium Sejak 2020
Dia sangat berharap, vaksinasi ini bisa berjalan lancar dan semakin banyak masyarakat yang bisa menerima vaksin, sehingga kondisi kehidupan kembali normal seperti sedia kala. "Kami ingin semuanya segera bisa normal kembali, karena pandemi COVID-19 sangat berdampak terhadap semua lapisan masyarakat," ungkapnya.
Saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 , tingkat kematian akibat COVID-19 di Kota Malang, terus mengalami penurunan. Sebelumnya tingkat kematian akibat COVID-19 mencapai 9,1%. Kini turun menjadi 8,8%.
Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, dengan adanya vaksinasi COVID-19 , dan penurunan tingkat kematian akibat COVID-19 , masyarakat tidak terlena. "Disiplin menerapkan protokol kesehatan harus tetap dilakukan masyarakat, agar penularan COVID-19 dapat terus ditekan," tegasnya.
Baca juga: Aksi Kejar-kejaran dan Suara Tembakan, Warnai Penangkapan Kapal Malaysia di Selat Malaka
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) , menurut orang nomor satu di Kota Malang ini, juga lebih fleksibel agar kehidupan ekonomi masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik. Tentunya, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.
(eyt)
Lihat Juga :