alexametrics

Pedagang dan Pengunjung Pasar di Lubuklinggau Jalani Rapid Tes

loading...
Pedagang dan Pengunjung Pasar di Lubuklinggau Jalani Rapid Tes
Seorang Pedagang Tengah Ditembak Suhunya. Foto/SINDOtv/EraNeizma
A+ A-
LUBUKLINGGAU - Sekitar 200 pedagang dan pengunjung Pasar Inpres Kota Lubuklinggau menjalani rapid tes secara acak, kemarin Jum’at (15/5/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Lubuklinggauyang diketuai Wali Kota Lubuklinggau H. SN. Prana Putra Sohe terus bergerak mengambil langkah-langkah strategis guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Menurut H SN Prana Putra Sohe, mereka yang menjalani rapid tes adalah pedagang, pengunjung, tukang parkir, dan petugas keamanan.

"Pencegahan sejak dini. Lebih baik diketahui lebih awal jelasnya. Yang reaktif nanti akan diisolasi di rumah sehat, " kata sang Wali Kota. (Baca:Di Lubuklinggau, Salah Tulis Nama Jumlah Kasus Positif Bisa Beda)



Dan dalam pemeriksaan rapid tes itu, tim medis mendapatkan pendampingan dan pengamanan dari Kodim 0406 dan Polres Lubuklinggau. Tim medis menggunakan pola hunting ke area pasar dengan thermo gun.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa yang berkesempatan memantau langsung pelaksanaan rapid tes, menjelaskan bahwa TNI Polri senantiasa siap mendampingi pelaksanaan rapid tes.

"Anggota saya bersama anggota kodim langsung mendampingi tim medis untuk mengecek seluruh warga pasar dengan menggunakan thermo gun. Bila terdapat warga yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat celcius, maka petugas akan langsung melakukan pemeriksaan rapid tes" ujarnya.

Selain itu, tim gabungan juga memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk memeriksakan kesehatan dan ikut rapid tes. Dari hasil koordinasi dengan Tim Gugus Lubuklinggau, bahwa sampelrapid tes yang diselenggarakan terhadap sebanyak 200 orang itu hasilnya belum bisa dikonfirmasi. Namun bila ada yang reaktif akan dilanjutkan pemeriksaan lanjutan berupa swab.

Salah seorang pengunjung pasar, Amri (38), warga Desa Periang Kecamatan Sindang Beliti Ilir Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mengaku sengaja mengikuti rapid tes.

"Aku sengaja ikut, biar lebih cepat tahu, " kata Amri yang ternyata selama ini bekerja di Jakarta. Namun sebulan terakhir pulang kampung, karena tak ada pekerjaan lagi.
(ihs)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak