Jalur Tambang Parung Panjang Bogor Dibangun 2022, Ridwan Kamil: Kompleks dan Rumit

Kamis, 21 Januari 2021 - 14:48 WIB
loading...
Jalur Tambang Parung...
Pembangunan jalur khusus angkutan tambang di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor bakal dimulai 2022 mendatang. Foto/SINDOnews/Dok.SINDOnews
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, pembangunan jalur khusus angkutan tambang di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor bakal dimulai 2022 mendatang.

Kehadiran jalur tersebut diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas dan kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.

Baca juga: Nekad Sikat Ponsel di Lokasi Tambang, Pria Asal Bangka Tengah Dibekuk Tim Tupai

Melalui unggahan di akun Instagramnya, Selasa (19/1/2021) lalu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat kerja persiapan proses pembangunan jalur tersebut.

Baca juga: Truk Pengangkut Batu Terjun ke Tambang Ilegal Sedalam 30 Meter, Sopir Pingsan Dia pun memperlihatkan timeline proyek yang digagas sejak pemerintahan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan tersebut.

Kang Emil mengharapkan partisipasi dan tanggung jawab dari para pengusaha dan pemilik tambang, termasuk pengusaha ngkutan tambang demi terwujudnya jalur tersebut. "Karena kompleks dan rumit. Semoga prosesnya dilancarkan dan semua pihak mau berpartisipasi dan bertanggung jawab, khususnya pengusaha tambah dan transporter," ungkapnya.

Dari agenda yang diunggah Kang Emil, terlihat bahwa pada awal hingga pertengahan 2021 ini, pihaknya menitikberatkan pada sinkronisasi kebijakan, antara lain nota kesepahaman antara Pemprov Jabar dan Banten serta nota kesepahaman antara pengusaha tambang, transporter, termasuk pemilik tambang.

Jika urusan nota kesepahaman yang dijadwalkan tuntas pada Juni 2021, maka dilanjutkan proses perencanaan, seperti penyusunan detail engineering desain (DED), kajian analisis dampak lingkungan (Amdal), hingga rencana pembebasan lahan yang ditargetkan tuntas Oktober 2021 mendatang.

Adapun pembebasan lahan baru akan digelar pada 2022 sekaligus konstruksi jalur tambang yang dibagi ke dalam empat segmen. Segmen I sepanjang 10 kilometer lebih, segmen II 9,75 kilometer, segmen III 2,01 kilometer dan segmen IV 1 kilometer lebih.

Rencananya, pihaknya pun akan menugaskan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mengelola jalur tambang tersebut.

Sebelumnya, Kang Emil mengatakan bahwa problem jalur tambang di Parung Panjang ada dua, yakni kecelakaan lalu lintas di siang hari dan lalu lalang kendaraan berat yang menyebabkan kemacetan.

"Nah, dari laporan, kecelakaan sudah turun karena siang dilarang. Jadi, setengah masalah sebenarnya sudah menurun karena kecelakaan itu terjadi ketika operasi bisnisnya dilakukan di siang hari beririsan dengan orang ke sekolah, orang ke pasaran, dan lain-lain,” katanya.

Menurutnya, pembatasan operasional kendaraan tambang memang membutuhkan angka kasus kecelakaan turun. Namun, masalah baru muncul, yakni kemacetan karena banyaknya kendaraan tambang yang parkir di pinggir jalan menunggu jadwal operasi.

"Sehingga, menimbulkan masalah nomor dua yaitu kemacetan, jalan menyempit setengahnya. Solusinya, pemilik tambang menyediakan lahan parkir sendiri. Jadi, parkir di tambang masing-masing sebelum jam tayang. Jangan parkirnya di jalan umum," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Minta Tarif...
Pramono Minta Tarif LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Terjangkau Masyarakat
Transformasi Transportasi,...
Transformasi Transportasi, Jumlah Penumpang KAI Naik 10 Persen
Pemkot Bogor Hapus Ratusan...
Pemkot Bogor Hapus Ratusan Angkot Tua, Perindo Dorong Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan
Tarif Transjakarta Diusulkan...
Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000, Pramono: Segera Dikaji
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Kejagung Tahan 3 Tersangka...
Kejagung Tahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Pertambangan Nonlogam
Rekomendasi
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
3 Brigjen Pol Dimutasi...
3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Divkum Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Berita Terkini
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
Infografis
8 Cara Agar Panjang...
8 Cara Agar Panjang Umur dan Awet Muda Menurut Sains
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved