Polsek Jambangan Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu, Temukan Rp245 Juta

loading...
Polsek Jambangan Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu, Temukan Rp245 Juta
Tiga tersangka pengedar uang palsu diamankan polisi. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
SURABAYA - Polsek Jambangan berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu (upal) di Surabaya. Setidaknya, terdapat tiga orang yang berhasil diamankan. Mereka adalah Warji (45), warga Nganjuk, M Nur Khosim (39), warga Jombang dan Heri Wibowo (44), warga Solo.

Baca juga: Pria di Bali Edarkan Uang Palsu Puluhan Juta hingga ke Jakarta, Yogya dan Surabaya

Ketiganya ditangkap Unit Reskrim Polsek Jambangan di Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Karah, Jambangan. Dari tangan tersangka diamankan upal dalam bentuk rupiah dengan pecahan Rp100.000 sebanyak Rp245.900 juta.

"Terbongkarnya peredaran uang palsu ini berawal saat anggota melakukan razia protokol kesehatan (prokes) di Sentra PKL Karah pada Senin (4/1/2021) malam. Anggota mendapati ada transaksi mencurigakan," kata Kapolsek Jambangan, Kompol Isharyata, Rabu (20/1/2021).





Dia menjelaskan, tersangka Nur Khosim hendak bertransaksi upal pecahan Rp100.000 sebanyak 1.051 lembar dengan seseorang berinisial S. Rencananya upal sebanyak 105,1 lembar itu dijual dengan harga Rp40 juta uang asli. Namun sebelum terjual, pembeli kabur. Gelagat Nur Khosim juga tampak mencurigakan. "Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan uang palsu pecahan Rp100.000," ujarnya.

Baca juga: Pria Asal Kota Probolinggo Ini Memiliki Badan Tinggi Menjulang Seperti Menara



Dari hasil pemeriksaan, imbuhnya, Nur Khosim mendapatkan upal tersebut dari seseorang bernama Warji yang berada di Nganjuk. Setelah dikembangkan, polisi menangkap Warji di Nganjuk. Kepada polisi, Warji mengaku mendapatkan upal tersebut dari seseorang yang berada di Solo.

"Usai mendapatkan petunjuk tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Jambangan yang dipimpin Iptu Marji Wibowo langsung melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap penyuplai uang palsu asal Solo tersebut," katanya.

Baca juga: Mojokerto Gempar, Ledakan Dahsyat Mirip Bom Terjadi di Tumpukan Sampah

Dari pengembangan itu, pada Senin (11/1/2021) sekitar pukul 23.30 WIB, Iptu Marji dan tim menangkap Heri Wibowo alias Rekso di Solo. Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, ditemukan upal pecahan Rp100.000 sebanyak 1.408 lembar. Sehingga, total upal yang diamankan polisi dari ketiga tersangka sebanyak 2.459 lembar atau Rp245.900 juta. "Dari hasil interogasi, para pengedar itu mengaku jual beli upal di wilayah Surabaya itu sudah kedua kalinya," pungkas Isharyata.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top