Penuh Lumpur, Puluhan Kilometer di Musi Banyuasin Ini Rusak Parah

loading...
Penuh Lumpur, Puluhan Kilometer di Musi Banyuasin Ini Rusak Parah
Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir membuat akses jalan ke Desa Sako Suban, Batang Hari Leko, Musi Banyuasin, Sumsel rusak dan berlumpur. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
SEKAYU - Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir membuat akses jalan dari dan menuju Desa Sako Suban, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin , Sumatera Selatan rusak dan sangat memprihatinkan. Jalan satu-satunya yang selalu dipakai warga sekitar dalam melaksanakan aktivitas sehari-hati tersebut nyaris putus.

Baca juga: Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Jadi 'Bubur', Dinas PUPR Kalteng Harus Cari Solusi

Kepala Desa Sako Suban, Karnadi mengatakan, akibat hujan deras yang turun dalam beberapa hari terakhir di desanya membuat akses jalan di wilayahnya yang mayoritas masih dalam kondisi tanah sangat sulit dilalui karena berlumpur.

Baca: Ayah Tua Renta Digugat Anak Kandung Rp3 Miliar, Dipapah Jalani Sidang Pengadilan

"Sepanjang 20,8 kilometer atau ada sekitar 12 titik mulai dari simpang Conoco hingga ke Desa kami ini rusak parah bahkan nyaris putus kalau musim hujan seperti ini. Kami juga sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten memperhatikan akses jalan desa kami ini agar diperbaiki, minimal cor beton," ujarnya, Rabu (20/1/2021).

Karnadi menjelaskan, untuk bisa melewati akses jalan desa tersebut warga terpaksa menunggu hingga cuaca panas sehingga jalan yang masih terbuat dari tanah tersebut sedikit mengeras. "Pembangunan akses jalan dulu pernah dilakukan oleh PNPM, tapi itu sudah beberapa tahun yang lalu. Kalau dari Pemkab Muba pernah membuatkan jembatan," jelasnya.

Diungkapkan Karnadi, sebagian wilayah Desa Sako Suban diketahui masuk hutan kawasan, namun masyarakat berharap agar Pemkab Muba lebih memperhatikan salah satu kebutuhan pokok masyarakat disini yakni kondisi akses jalan menuju ke Desa Sako Suban.



Dia menjelaskan, sebagian wilayah Desa Sako Suba memang masuk dalam hutan kawasan sejak tahun 1982. "Saya mewakili masyarakat sebagai kepala desa meminta dengan sangat agar jalan menuju Desa Sako Suban untuk bisa diaggarkan pembangunan jalan cor sehingga warga tidak lagi berjibaku dan susah payah melintasi jalan ini seperti saat musim hujan sekarang," ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Muba, M Yamin mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi terkait Desa Sako Suban yang sebagian wilayahnya masih berstatus masuk dalam hutan kawasan.

"Waktu itu pernah diusulkan sekitar 2.000 hektare untuk dikeluarkan tetapi hanya 1.000 hektare yang dikeluarkan. Sebagian jalan ini belum dikeluarkan, beberapa waktu lalu jalan ini pernah dikeraskan oleh Pemkab," katanya.

Yamin juga mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Beni Hernedi terkait status sebagian wilayah Desa Sako Suban yang masih berstatus hutam kawasan.

"Sudah diusulkan ke pusat, semua berkas sudah ada di pusat, nanti kami akan memonitor perkembangan usulan tersebut. Masyarakat diminta bersabar, kami perjuangkan agar dianggarkan terkait jalan tersebut," ujarnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top