Tekan COVID-19, Ulama hingga Uskup Ramai-ramai Kampanyekan Vaksinasi
Rabu, 13 Januari 2021 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan Badruzzaman, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH. Abun Bunyamin menilai, vaksin diperlukan demi kemaslahatan umat. "Kami yakin apa yang dilakukan, vaksinasi, dibutuhkan masyarakat untuk kemaslahatan," ucapnya.
Sekretaris PW Muhammadiyah Jabar, Jamjam Erawan mengapresiasi upaya pemerintah dalam melawan pandemi. Namun, dia mengingatkan bahwa vaksinasi saja tidak cukup untuk menghentikan pandemi COVID-19 .
"Muhammadiyah Jabar mendukung (vaksinasi), sesuai arahan Muhammadiyah pusat beri dukungan kepada pemerintah untuk mencegah COVID-19 . Pandemi tidak semata-mata selesai oleh vaksin. Meski sudah vaksinasi, diharapkan tetap ketat dalam penegakan 3M dan 3T," tutur Jamjam.
Baca juga: Lakukan Pencabulan, Pendeta di Batam Ditangkap Satreskrim Polresta Barelang di Medan
Sementara itu, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Bandung, Romo FX Wahyu Tri Wibowo mengatakan, Gereja Katolik Keuskupan Bandung juga berterima kasih atas inisiatif dan kerja sama untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 .
"Kami di paroki-paroki berkampanye tentang protokol kesehatan dan memutus rantai penyebaran. Kami bersyukur diajak bersama bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Kita mulai (vaksinasi) bersama, ini akan menjadi gambaran, agar warga Jabar tidak takut menerima vaksin. Kami siap mendukung, arahan gubernur akan kami sosialisasikan kepada umat Katolik di Keuskupan Bandung," papar Romo Wahyu.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, Eka Mulyana menyatakan, pihaknya termasuk para dokter di 27 kabupaten/kota se-Jabar yang berjumlah 25.000 orang lebih pun siap mendukung pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Jabar.
Baca juga: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar Tak Divaksin COVID-19, Ini Penjelasannya
Sekretaris PW Muhammadiyah Jabar, Jamjam Erawan mengapresiasi upaya pemerintah dalam melawan pandemi. Namun, dia mengingatkan bahwa vaksinasi saja tidak cukup untuk menghentikan pandemi COVID-19 .
"Muhammadiyah Jabar mendukung (vaksinasi), sesuai arahan Muhammadiyah pusat beri dukungan kepada pemerintah untuk mencegah COVID-19 . Pandemi tidak semata-mata selesai oleh vaksin. Meski sudah vaksinasi, diharapkan tetap ketat dalam penegakan 3M dan 3T," tutur Jamjam.
Baca juga: Lakukan Pencabulan, Pendeta di Batam Ditangkap Satreskrim Polresta Barelang di Medan
Sementara itu, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Bandung, Romo FX Wahyu Tri Wibowo mengatakan, Gereja Katolik Keuskupan Bandung juga berterima kasih atas inisiatif dan kerja sama untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 .
"Kami di paroki-paroki berkampanye tentang protokol kesehatan dan memutus rantai penyebaran. Kami bersyukur diajak bersama bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Kita mulai (vaksinasi) bersama, ini akan menjadi gambaran, agar warga Jabar tidak takut menerima vaksin. Kami siap mendukung, arahan gubernur akan kami sosialisasikan kepada umat Katolik di Keuskupan Bandung," papar Romo Wahyu.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, Eka Mulyana menyatakan, pihaknya termasuk para dokter di 27 kabupaten/kota se-Jabar yang berjumlah 25.000 orang lebih pun siap mendukung pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Jabar.
Baca juga: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar Tak Divaksin COVID-19, Ini Penjelasannya
Lihat Juga :