Jelang PSBB di Surabaya dan Malang, Ini Harapan Driver Online
Jum'at, 08 Januari 2021 - 13:01 WIB
loading...
Driver online mendapat semprotan disinfektan beberapa waktu lalu. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Rencana pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya dan Malang Raya mulai Senin (11/1/2021) hingga Senin (25/1/2021), mendapat tanggapan dari Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur.
Humas PDOI Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, mengatakan bahwa selama masa pandemi COVID-19, pendapatan yang diperoleh rata-rata driver online turun sampai 50 persen.
"Jika sehari, sebelum pandemi, bisa memperoleh pendapatan kotor Rp300 ribu untuk taksi online dan Rp150 ribu untuk ojek online. Tapi selama pandemi, turun sampai separuhnya bahkan lebih," katanya, Jumat (8/01/21).
Namun diakui oleh Daniel, belajar dari pengalaman saat penerapan PSBB sebelumnya. Memang ada penurunan untuk jumlah penumpang. Namun, untuk jasa pengantaran makanan dan barang malah meningkat drastis saat itu.
"Faktor yang mempengaruhi diantaranya, karena pelajar dan mahasiswa belum memulai proses pembelajaran tatap muka. Padahal jumlah penumpang terbesar dari mereka," jelas Daniel.
Humas PDOI Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong, mengatakan bahwa selama masa pandemi COVID-19, pendapatan yang diperoleh rata-rata driver online turun sampai 50 persen.
"Jika sehari, sebelum pandemi, bisa memperoleh pendapatan kotor Rp300 ribu untuk taksi online dan Rp150 ribu untuk ojek online. Tapi selama pandemi, turun sampai separuhnya bahkan lebih," katanya, Jumat (8/01/21).
Namun diakui oleh Daniel, belajar dari pengalaman saat penerapan PSBB sebelumnya. Memang ada penurunan untuk jumlah penumpang. Namun, untuk jasa pengantaran makanan dan barang malah meningkat drastis saat itu.
"Faktor yang mempengaruhi diantaranya, karena pelajar dan mahasiswa belum memulai proses pembelajaran tatap muka. Padahal jumlah penumpang terbesar dari mereka," jelas Daniel.
Lihat Juga :