PAD Retribusi Sampah Tak Tercapai, Salah Satunya Akibat Tempat Wisata Sepi
Senin, 04 Januari 2021 - 15:01 WIB
loading...
Terpuruknya sektor wisata dan industri akibat pandemi COVID-19 membuat PAD retribusi sampah tahun 2020 di KBB hanya mencapai sekitar 81% atau Rp3,4 miliar dari target Rp4,2 miliar. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
BANDUNG BARAT - Sepinya kunjungan wisatawan ke Lembang sejak kemunculan COVID-19 pada Maret 2019, berkontribusi kepada turunnya pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi sampah. Tercatat dari target pendapatan retribusi sampah tahun 2020 sebesar Rp4,2 miliar, yang terealisasi hanya sekitar Rp3,4 miliar.
"Target PAD dari retribusi sampah tahun 2020 tidak tercapai karena kondisinya COVID-19. Tapi bisa mencapai 81% atau sekitar Rp3,4 miliar dalam kondisi itu, sudah cukup maksimal," kata Kepala UPT Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Bandung Barat (KBB), Nurjaman, Senin (4/1/2021).
(Baca juga: Sepasang Kekasih Ditemukan Bersimbah Darah di Rumah Kontrakan Cianjur )
Dijelaskannya, kawasan Lembang menjadi salah satu daerah yang diandalkan dalam PAD retribusi sampah. Ini dikarenakan keberadaan tempat wisata, hotel, reatoran, rumah makan, dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya. Namun akibat pandemi COVID-19 sektor pariwisata terpuruk akibat sepinya kunjungan.
Kondisi itu berakibat kepada minimnya sampah yang dihasilkan, sehingga retribusi sampah jadi tidak ditarik. Tidak hanya sektor wisata, sejumlah industri juga berhenti beroperasi dan tidak ada sampah yang dibuang. Padahal sektor wisata dan industri adalah penyumbang terbesar retribusi sampah jika dibandingkan perumahan.
"Target PAD dari retribusi sampah tahun 2020 tidak tercapai karena kondisinya COVID-19. Tapi bisa mencapai 81% atau sekitar Rp3,4 miliar dalam kondisi itu, sudah cukup maksimal," kata Kepala UPT Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Bandung Barat (KBB), Nurjaman, Senin (4/1/2021).
(Baca juga: Sepasang Kekasih Ditemukan Bersimbah Darah di Rumah Kontrakan Cianjur )
Dijelaskannya, kawasan Lembang menjadi salah satu daerah yang diandalkan dalam PAD retribusi sampah. Ini dikarenakan keberadaan tempat wisata, hotel, reatoran, rumah makan, dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya. Namun akibat pandemi COVID-19 sektor pariwisata terpuruk akibat sepinya kunjungan.
Kondisi itu berakibat kepada minimnya sampah yang dihasilkan, sehingga retribusi sampah jadi tidak ditarik. Tidak hanya sektor wisata, sejumlah industri juga berhenti beroperasi dan tidak ada sampah yang dibuang. Padahal sektor wisata dan industri adalah penyumbang terbesar retribusi sampah jika dibandingkan perumahan.
Lihat Juga :