Dewan Adat Papua Ingatkan Jangan Ada Penghianatan dan Perang Fisik di Pilkada Raja Ampat

Sabtu, 28 November 2020 - 13:36 WIB
loading...
Dewan Adat Papua Ingatkan...
Ketua DAP Wilayah III Doberay/Papua Barat, Paul Finsen Mayor (kiri) foto bersama Kapolres Raja Ampat AKBP Andre JW Manuputty. foto: SINDOnews/Chanry Andrew Suripaty
A A A
WAISAI - Mendekati hari H pelaksanaan Pilkada Raja Ampat yang belakangan sempat memanas, Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay/ Papua Barat melakukan kunjungan kerja selama satu Minggu, di wilayah berjuluk 'Kabupaten Seribu Pulau' ini.

Kunjungan ini sekaligus juga untuk melihat tatanan kekerabatan dan adat istiadat masyarakat Raja Ampat, yang selama ini terjaga dengan baik.Dalam kunjungan kerja itu, ketua DAP Wilayah III Doberay/Papua Barat, Paul Finsen Mayor menemui sejumlah stekholder di Raja Ampat.

(baca juga: Relawan Koko Terus Bergerak dan Siap Menangkan Pilkada Raja Ampat )

Di antaranya bertemu Pemerintah Kabupaten, Kapolres dan Dandim Raja Ampat, serta Ketua Klasis GKI Raja Ampat, dan tokoh-tokoh politik Baik dari kubu pasangan calon bupati dan wakil bupati Abdul Faris Umlati - Orideko Iriano Burdam (AFU -ORI) dan Kubu Relawan Kotak Kosong (KOKO).

Pelaksanaan pilkada kabupaten Raja Ampat kali ini hanya diikuti satu pasangan calon. Adapun lawan tanding Paslon AFU-ORI adalah relawan Kotak Kosong, yang tergabung dari sejumlah elemen masyarakat, tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat, juga ASN dan Honorer, serta sejumlah politisi.

Kepada wartawan, Paul Finsen Mayor mengatakan, atas nama Masyarakat Adat Papua di wilayah Doberay/Papua Barat memberikan pandangan dan seruan. Seruan tersebut diantaranya, dalam pelaksanaan pesta demokrasi di kabupaten Raja Ampat pada 9 Desember 2020 mendatang, harus dilihat sebagai sebuah pesta yang mestilah dinikmati bukan saling menghianati, apalagi saling serang secara Fisik.

Finsen kemudian menyoroti sejumlah kasus jelang Pilkada Raja Ampat yang berujung pada tindakan penganiayaan. Kasus- kasus hukum tersebut menurut Finsen, harus ditindak lanjuti secara profesional oleh pihak Kepolisian setempat. Jika tidak, menurut Finsen, kasus tersebut akan membias.

"Ada sejumlah kasus antara lain seperti kasus penganiayaan di Kampung Atkari, di Misol Selatan berimbas serangan balasan dari Kubu Kotak Kosong di Posko AFU-ORI di kota Waisai. Kasus-kasus ini harus segera diproses oleh polres Raja Ampat, jangan dibiarkan menggantung, bisa membias nantinya," ujar Ketua DAP Wilayah III Doberay/Papua Barat, Paul Finsen Mayor, dalam keterangan pers kepada wartawan di Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat, Sabtu (28/11/2020).

Menurut Finsen, pesta demokrasi ini hanya sementara waktu, lalu semua komponen masyarakat akan kembali seperti kehidupan semula. Makanya, para anggota keluarga di antara pendukung Kotak Kosong dan pendukung AFU-ORI tetap bersaing secara sehat dan mengedepankan kekeluargaan.

(baca juga: Kepala Kampung Tak Segera Dilantik, Warga Geruduk Kantor Bupati Raja Ampat )

"Sebagai anak asli Suku Betew Raja Ampat mengajak masyarakat Raja Ampat untuk mengedepankan kekeluargaan. Jangan karena perbedaan pandangan politik lalu menghancurkan tatanan kekeluargaan. Kita harus berpolitik secara dewasa. Pendidikan politik yang masif, terstruktur dan berjenjang harus terus dikampanyekan dan diajarkan kepada masyarakat oleh tokoh-tokoh masyarakat Raja Ampat. Jangan ada politik saling menghujat dan menjatuhkan di antara para pendukung," ungkap tokoh muda asli Raja Ampat ini.

Sebagai Tokoh Adat, Finsen juga mengajak para tokoh agama, dan birokrat agar memberikan pandangan-pandangan yang baik kepada masyarakat Raja Ampat sehingga tercipta budaya politik yang sehat di kabupaten berjuluk Seribu Pulau ini. Finsen lantas menyoroti sikap seorang oknum Pendeta di Raja Ampat, yang dengan terang-terangan melakukan kampanye usai ibadah di dalam gereja, di sebuah kampung di Raja Ampat. Kejadian tersebut sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

"Jangan jadikan mimbar-mimbar keagamaan untuk kampanye politik. tapi gunakanlah mimbar-mimbar itu untuk mengutarakan kedamaian, perpolitikan yang sehat dan sejuk sehingga pasca pilkada tidak ada saling serang dan saling menjatuhkan sebab akan berimplikasi pada pembangunan Kabupaten Raja Ampat kedepan," ujarnya.

( Relawan Kotak Kosong Dianiaya, Johnson Panjaitan Datangi Polres Raja Ampat )

Kabupaten Raja Ampat ini menurut Finse, awal mula dibangun dengan cucuran keringat dan air mata para pendahulu. Tujuannya adalah untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat adat Raja Ampat.

"Maka hari ini, jangan kita menghancurkan tatanan dan pondasi awal yang sudah ditanamkan dan dibangun oleh para pendahulu kita. Mari jaga kekeluargaan dan kedamaian di Raja Ampat. Politik itu sementara saja, beberapa saat saja, tapi keluarga itu abadi," ungkap Finsen.

Melihat situasi menjelang Pilkada di Kabupaten Raja Ampat yang diindikasi dapat menimbulkan perpecahan dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat, Finsen sebagai Ketua Dewan Adat Papua menyerukan kepada semua stakeholder di Papua Barat untuk serius memberikan perhatian atas kondisi Raja Ampat saat ini.

"Atas nama masyarakat Adat Papua di Doberay/Papua Barat, kami mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat, KPU Papua Barat, BAWASLU Papua Barat, Kodam 18 Cenderawasih, dan Polda Papua Barat, untuk bersama mewujudkan demokrasi yang sehat dan netralitas para penyelenggara pemilu. Kami berharap, Pilkada Raja Ampat pasca 09 Desember 2020, tidak ada perpecahan dan gangguan Kamtibmas berkepanjangan di kabupaten Raja Ampat," tandasnya.
(end)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TMMD ke-128, Warga Papua...
TMMD ke-128, Warga Papua Bahagia Jalan Menuju Pantai dan Sekolah Mulai Diperbaiki
Jaga Surga Kecil di...
Jaga Surga Kecil di Timur: Rehabilitasi Karang dan Ribuan Mangrove di Kepulauan Raja Ampat
1.037 Peserta Seleksi...
1.037 Peserta Seleksi CPNS dan Masyarakat Manokwari Selatan Diimbau Jaga Kamtibmas
Masyarakat Adat Kawei...
Masyarakat Adat Kawei Raja Ampat Sampaikan Aspirasi ke Anggota DPD RI
Kejagung Diminta Selidiki...
Kejagung Diminta Selidiki Proyek Pembangunan Jalan Kaimana-Wasior Papua Barat
Pemerintah Kembali Izinkan...
Pemerintah Kembali Izinkan Operasi Tambang Nikel di Raja Ampat, DPR Ingatkan Potensi Kerusakan Hayati
Mendikdasmen Resmikan...
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni, Anggaran Capai Rp17,5 Miliar
Perairan Raja Ampat...
Perairan Raja Ampat Perlu Transformasi Navigasi untuk Cegah Kecelakaan Berulang
Anggota DPD RI Apresiasi...
Anggota DPD RI Apresiasi Masyarakat Adat Raja Ampat yang Hibahkan Lahan
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved