Lesu Terdampak Pandemi COVID-19, Ini Cara Kota Surabaya Bangkitkan Pamor UMKM

loading...
Lesu Terdampak Pandemi COVID-19, Ini Cara Kota Surabaya Bangkitkan Pamor UMKM
Sentra UMKM terus digenjot produksinya untuk menaikan penjualan di tengah pandemi COVID-19. Foto/Dok.SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Pandemi COVID-19 memiliki dampak besar di sektor ekonomi warga. Salah satunya laju penjualan produk UMKM yang mulai merangkak naik. Berbagai cara pun dilakukan untuk mengembalikan pamor UMKM di tengah pandemi. (Baca juga: Setubuhi dan Bunuh Janda Cantik di Hotel, PNS Gadungan Dibekuk Polres Kolaka )

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati menuturkan, pihaknya mencoba melakukan berbagai upaya agar pelaku usaha, khususnya UMKM mampu bertahan dan tetap bergeliat di tengah pandemi. Salah satunya adalah memberdayakan UMKM dalam pemenuhan kebutuhan di masa pandemi.

"Misalnya untuk pemenuhan alat pelindung diri, pembuatan masker kain, baju hazmat maupun kebutuhan lainnya kita memberdayakan UMKM ," kata Wiwiek, Selasa (24/11/2020). (Baca juga: Berusia 78 Tahun, Adik Kandung Wakil Presiden Try Sutrisno Selesaikan Pendidikan Sarjana )

Ia melanjutkan, semua itu tentu tak hanya memberdayakan UMKM melalui pemenuhan kebutuhan di masa pandemi. Namun, pemkot juga menyediakan ruang bagi pelaku usaha untuk menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka. Tentunya ruang atau fasilitas yang disiapkan ini dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.





"Kami juga menyediakan ruang atau memberikan pelatihan bagi UMKM dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ucapnya. (Baca juga: Asap Setinggi 200 Meter dan Suara Gemuruh Keluar Dari Kawah Gunung Karangetang )

Sementara untuk sarana promosi dan penjualan, kata Wiwiek, pemkot membuka aksesibilitas untuk pemanfaatan marketplace bagi UMKM . Bahkan, pihaknya juga mendorong dan memperkuat UMKM untuk membidik pasar ekspor. "Kami juga memfasilitasi dan mengoptimalkan penyediaan sentra atau stand untuk tempat penjualan dan display produk UMKM ," jelasnya.



Meski demikian, pelaku usaha tak bisa lepas dari dampak pandemi itu sendiri. Tentunya hal ini berimbas pula pada omzet penjualan produk mereka. Karenanya, Disdag memfasilitasi UMKM untuk berkoordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dalam mengusulkan Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Pemerintah Pusat.

"Kita juga berkoordinasi dengan OPD terkait lainnya untuk mengusulkan UMKM dalam program BPUM dari Pemerintah Pusat," katanya. (Baca juga: Warga Mataram Heboh, Kakek 70 Tahun Asal Jerman Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya )
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top