Pandemi COVID-19 Berpotensi Picu Tingginya Golput di Pilkada, Apa Solusinya?

loading...
Pandemi COVID-19 Berpotensi Picu Tingginya Golput di Pilkada, Apa Solusinya?
Wakil Ketua Komisi II Fraksi PDIP, Arif Wibowo bertemu dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Pandemi COVID-19 mengubah banyak tata cara dalam perayaan pesta demokrasi. Salah satu ancaman yang terlihat nyata adalah tingginya angka golput di gelaran pilkada serentak nantinya. (Baca juga: Imam Besar Perjuangan Salawat Wahidiyah Kedunglo Kediri Mangkat, Seperti Apa Sosoknya? )

Wakil Ketua Komisi II Fraksi PDIP, Arif Wibowo menuturkan, sebenarnya secara umum berdasarkan laporan penyelenggara yaitu KPU, Bawaslu, kejaksaan hingga ke kepolisian dinilai tidak banyak persoalan jelang pilkada serentak ini. Namun masalah pendataan masih harus dicermati.

"Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah ditetapkan. Nah ini yang segera dikoordinasikan," kata Arif ketika datang di Balai Kota Surabaya, Senin (23/11/2020). (Baca juga: Warga Bukittinggi Digemparkan Musang Liar Datangi Toko Ponsel, Nyaris Gigit Pembeli )





Ia melanjutkan, kemungkinan potensi partisipasi atau pemilih akan mengalami penurunan drastis. Ia juga memastikan, partisipasi pemilih di masa pandemi COVID-19 ini secara umum memang mengalami kemerosotan.

"Dari 69 negara saja di wilayah luar Indonesia, hanya dua negara yang meningkat itu pun kurang lebih hanya lima persen. Namun begitu secara umum cenderung menurun," ucapnya. (Baca juga: Bersihkan Baliho Habib Rizieq, Satpol PP Kota Malang Dikawal Brimob Bersejata Lengkap )

Ia pun mengajak seluruh elemen penyelenggara sama-sama bekerja lebih giat lagi dalam memberikan soalisasi kepada warga agar menggunakan hak pilihnya. "Maka perlu kerja ekstra keras pada penyelenggara untuk bisa mensosialisasikan dan mendorong pemilih supaya datang ke TPS pada 9 Desember mendatang," jelasnya
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top