Awal 2021 Dimulai Pembelajaran Tatap Muka, Pemprov Jatim Masih Lakukan Finalisasi
Senin, 23 November 2020 - 16:44 WIB
loading...
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peringatan Hari Guru di Islamic Center Dukuh Kupang Surabaya. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa masih melakukan finalisasi rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang oleh pemerintah pusat diagendakan dimulai awal 2021. Di Jatim sendiri, terdapat 1.080 sekolah yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka . (Baca juga: 2 Penambang Emas Asal Tasikmalaya Terkubur di Kedalaman 65 Meter, Keluarga Gelar Tahlil )
"Namun itu harus terus dievaluasi agar pembelajaran tatap muka bisa berjalan efektif, tanpa melanggar protokol kesehatan. Mendikbud memberikan gambaran kira-kira awal 2021 sudah akan dimulai ( pembelajaran tatap muka ). Tahapan-tahapan itu sekarang sedang difinalisasi," kata Khofifah, Senin (23/11/2020).
Orang nomor satu di Jatim ini mengingatkan agar sekolah sudah melakukan persiapan menyambut pembelajaran tatap muka . Antara lain, rutin melakukan penyemprotan disinfektan, penataan kursi untuk pengaturan jaga jarak, hingga melakukan akselerasi. Akselerasi yang dimaksud adalah memanfaatkan fasilitas di sekitar sekolah untuk menunjang dilangsungkannya pembelajaran tatap muka .
"Meski pembelajaran tatap muka dimulai Januari 2021, bukan berarti pembelajaran yang digelar dilangsungkan secara normal. Tetapi harus dikombinasikan antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring (hybrid meeting). Hingga seluruh sistem yang dilakukan dalam pemenuhan kurikulum proses belajar mengajar bisa dilaksanakan dengan lebih komprehensif," terangnya. (Baca juga: Keluarga Korban Histeris, Tuntut Pembunuh Janda Kembang Dihukum Mati )
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menginstruksikan tenaga pendidik maupun non pendidik pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mulai mempersiapkan pembelajaran tatap muka di era kenormalan baru. Tenaga pendidik maupun non pendidik di Surabaya sudah diinstruksikan melaksanakan aktivitas di sekolah mulai Senin (23/11/2020).
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, ini dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka berdasarkan surat edaran Wali Kota Surabaya nomor: 800/10371/436.7.1/2020 tentang Pengaturan Kerja di Kantor. Itu sebagai langkah awal. Yaitu dengan memasukkan seluruh guru baik negeri maupun swasta SD dan SMP untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah.
"Namun itu harus terus dievaluasi agar pembelajaran tatap muka bisa berjalan efektif, tanpa melanggar protokol kesehatan. Mendikbud memberikan gambaran kira-kira awal 2021 sudah akan dimulai ( pembelajaran tatap muka ). Tahapan-tahapan itu sekarang sedang difinalisasi," kata Khofifah, Senin (23/11/2020).
Orang nomor satu di Jatim ini mengingatkan agar sekolah sudah melakukan persiapan menyambut pembelajaran tatap muka . Antara lain, rutin melakukan penyemprotan disinfektan, penataan kursi untuk pengaturan jaga jarak, hingga melakukan akselerasi. Akselerasi yang dimaksud adalah memanfaatkan fasilitas di sekitar sekolah untuk menunjang dilangsungkannya pembelajaran tatap muka .
"Meski pembelajaran tatap muka dimulai Januari 2021, bukan berarti pembelajaran yang digelar dilangsungkan secara normal. Tetapi harus dikombinasikan antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring (hybrid meeting). Hingga seluruh sistem yang dilakukan dalam pemenuhan kurikulum proses belajar mengajar bisa dilaksanakan dengan lebih komprehensif," terangnya. (Baca juga: Keluarga Korban Histeris, Tuntut Pembunuh Janda Kembang Dihukum Mati )
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menginstruksikan tenaga pendidik maupun non pendidik pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mulai mempersiapkan pembelajaran tatap muka di era kenormalan baru. Tenaga pendidik maupun non pendidik di Surabaya sudah diinstruksikan melaksanakan aktivitas di sekolah mulai Senin (23/11/2020).
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, ini dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka berdasarkan surat edaran Wali Kota Surabaya nomor: 800/10371/436.7.1/2020 tentang Pengaturan Kerja di Kantor. Itu sebagai langkah awal. Yaitu dengan memasukkan seluruh guru baik negeri maupun swasta SD dan SMP untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah.
Lihat Juga :