Pangdam Jaya Ancam Bubarkan FPI, HMI Jabar: Jangan Berlebihan
Senin, 23 November 2020 - 15:49 WIB
loading...
Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Jabar, Khoirul Anam Gumilar Winata menilai, pernyataan Pandam Jaya tersebut berlebihan dan memicu kegaduhan yang lebih besar. (Ist)
A
A
A
BANDUNG - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat ikut bersuara menanggapi pernyataan Pangdam Jaya memerintahkan penurunan Baliho dan mengancam akan membubarkan Front Pembela Islam (FPI).
Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Jabar , Khoirul Anam Gumilar Winata menilai, pernyataan Pandam Jaya tersebut berlebihan dan memicu kegaduhan yang lebih besar. "Saya kira, Pandam Jaya berlebihan, situasi pun akhirnya menjadi lebih gaduh," ujar Anam kepada SINDOnews, Senin (23/11/2020).
Anam menegaskan, di tengah situasi yang serba sulit akibat pandemi COVID-19, pernyataan-pernyataan yang dapat memicu kegaduhan hingga konflik, seperti pernyataan Pangdam Jaya seharusnya dihindari.
Menurut dia, pernyataan yang memicu kegaduhan berpotensi mengganggu kondusivitas sosial dan politik. Padahal, kata Anam, di tengah pandemi COVID-19 saat ini, kekompakan antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan.
"Kita ini sedang menghadapi pandemi, butuh kekompakan dan soliditas antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, agar pandemi ini segera berlalu, bukan malah menjadi gaduh," tuturnya.
Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Jabar , Khoirul Anam Gumilar Winata menilai, pernyataan Pandam Jaya tersebut berlebihan dan memicu kegaduhan yang lebih besar. "Saya kira, Pandam Jaya berlebihan, situasi pun akhirnya menjadi lebih gaduh," ujar Anam kepada SINDOnews, Senin (23/11/2020).
Anam menegaskan, di tengah situasi yang serba sulit akibat pandemi COVID-19, pernyataan-pernyataan yang dapat memicu kegaduhan hingga konflik, seperti pernyataan Pangdam Jaya seharusnya dihindari.
Menurut dia, pernyataan yang memicu kegaduhan berpotensi mengganggu kondusivitas sosial dan politik. Padahal, kata Anam, di tengah pandemi COVID-19 saat ini, kekompakan antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan.
"Kita ini sedang menghadapi pandemi, butuh kekompakan dan soliditas antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, agar pandemi ini segera berlalu, bukan malah menjadi gaduh," tuturnya.
Lihat Juga :