Melepas Kangen di Pekan Bahagia Pentas Jula-Juli Kesenggol Campursari

loading...
Melepas Kangen di Pekan Bahagia Pentas Jula-Juli Kesenggol Campursari
Pertunjukan ludruk jula-juli menjadi ruang kangen kebudayaan warga kota dengan para seniman. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Ruang kesenian tidak mau mati. Di tengah pandemi mereka masih terus menyajikan hiburan bermutu di akhir pekan warga Kota Pahlawan, Sabtu (21/11/2020). (Baca juga: Meninggal Kamis Malam, Ketua FUI Cilacap Sempat Dikabarkan Jemput Rizieq Sihab dan Positif COVID-19)

Para pekerja seni tetap tampil dalam setiap pekan sejak September lalu. Pertunjukkan secara virtual menjadi senjata utama untuk tetap berkibar. Tak hanya seniman ludruk yang dilibatkan, mereka juga mengajak berbaai tokoh kunci di Surabaya untuk menaikan pamor kesenian, salah satunya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Berbagai peran baru ditampilkan untuk bisa masuk ke ruang-eruang masyarakat. Pada saat pertunjukan berjudul Jula-Juli Kesenggol Campursari, Risma juga diajak untuk memerankan lakon sebagai Bu RT. (Baca juga: Tabrak Truk di Tol Purbaleunyi, Sopir Pikap Pengangkut Makanan Ringan Tewas)





Dalam cerita tersebut, mengisahkan Surabaya yang merupakan kota pelabuhan. Dari situasi itu menjadi bukti bertemunya berbagai keberagaman budaya. Pasalnya, gending sakti jula-juli adalah representasi budaya arek bertemu dengan aneka kesenian yang berlabuh dalam keluarga besar Kota Pahlawan.

Pertunjukkan yang di sutradarai oleh Heri Lentho itu, Risma berperan sebagai Bu RT, Cak Kartolo sebagai Kartolo, Lupus Arboyo sebagai Cak Lupus, Kastini sebagai Ning Tini, Noniati sebagai Ning Noni, Dewi Triyanti sebagai Dewi, Agung Yuni Sasmito sebagai Agung, Okvalica Herlis Natasa sebagai Remo dan Novinda sebagai Penyanyi Campursari. "Wes podo apik e. Campursari opo Jula-Juli," kata Risma. (Baca juga: Eri Cahyadi-Armudji Dapat Suntikan Dukungan Dari Barisan Soekarnois)

Ia menjelaskan, perpaduan dua kesenian itu dinilai sama-sama bagusnya. Bahkan, ia menyebut lebih bagus lagi jika keduanya saling berkolaborasi menjadi satu pertunjukkan. "Zaman saiki kudu rukun gak oleh gegeran. Sijine seneng campursari, sijine jula juli. Jaman saiki iku jaman e kolaborasi. Kesenian podo apik e," ucapnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top